KUALA KAPUAS – Sebuah taman desa yang unik dan sarat nuansa lokal tengah dirampungkan oleh Pemerintah Desa Bungai Jaya, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Taman tersebut dibangun di jalur strategis Km 9 Jalan poros Trans Kalimantan, dan berdampingan langsung dengan anak sungai sekunder yang menjadi denyut kehidupan warga.
Kepala Desa Bungai Jaya, Ali Mustafa, menyampaikan bahwa pembangunan taman ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.
“Kami ingin menghadirkan ruang publik yang tidak hanya mempercantik lingkungan, tapi juga menjadi pusat ekonomi baru bagi pelaku UMKM di desa,” ujarnya saat meninjau lokasi pembangunan, Senin 7 April 2025.
Pembangunan taman ini bukan kali pertama dilakukan. Pada 2023 lalu, Pemdes Bungai Jaya sudah lebih dulu membangun taman yang kini telah dimanfaatkan oleh pedagang kecil untuk berjualan. Keberhasilan tersebut menjadi pemicu untuk menambah ornamen khas lokal pada taman lanjutan, termasuk perahu tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat bantaran sungai.
Ali menuturkan, taman yang menyatu dengan aliran sungai ini akan mengangkat potensi kearifan lokal sebagai identitas desa. Ornamen-ornamen baru yang ditambahkan diharapkan bisa menarik lebih banyak pengunjung, sekaligus mengenalkan budaya sungai kepada generasi muda.
Selain aspek estetika dan budaya, keberadaan taman ini juga diarahkan menjadi pengungkit perekonomian masyarakat. Pemerintah desa ingin memastikan ruang publik ini memberi peluang usaha yang nyata bagi warga sekitar, khususnya bagi pelaku UMKM dan penjual makanan tradisional.
Dengan konsep yang memadukan keindahan alam, sentuhan lokal, dan semangat pemberdayaan ekonomi, taman desa Bungai Jaya tak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembangunan yang menyentuh akar budaya dan kebutuhan warga akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat. (ds)












