SAMPIT – Kabar pemangkasan anggaran tunjangan tenaga kesehatan (nakes) dikawatirkan akan berpengaruh dalam kinerja pegawai RSUD dr Murjani Sampit Kotawaringin Timur (Kotim)
Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, memastikan bahwa pemangkasan tunjangan nakes tidak berpengaruh terhadap semangat dan kinerja pegawai di lingkungan rumah sakit tersebut.
“Pemangkasan tunjangan nakes saya belum melihat dampaknya karena kami bekerja berdasarkan pelayanan. Mau dipangkas atau tidak, tidak mempengaruhi, karena kami bekerja untuk kepentingan masyarakat,” tegas dr Yulia, Rabu 9 April 2025.
Ia menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, apapun kondisinya.
“Komitmen kami tetap sama, yakni melayani masyarakat dengan maksimal. Itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai tenaga medis,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan mantan Wakil Ketua DPRD Kotim, H Supriadi, yang aktif dalam grup Komunitas Peduli Kotim, mempertanyakan kebijakan Pemkab yang memangkas tunjangan di sektor kesehatan dan pendidikan.
“Saya tidak paham kebijakan Pemkab sekarang sampai memotong tunjangan pelayanan publik yang strategis, yakni kesehatan dan pendidikan,” ungkap Supriadi,
Dirinya menyoroti adanya penambahan tenaga honorer di tengah kebijakan pemotongan anggaran ini.
“Alih-alih memangkas anggaran yang tidak penting, justru yang dikorbankan adalah anggaran strategis pelayanan publik seperti tunjangan dokter, tenaga medis, dan tenaga pengajar,” tegasnya.
Salah satu tenaga kesehatan di Kotim membenarkan adanya pemotongan anggaran ini. Menurutnya, kebijakan tersebut disebut sebagai rasionalisasi anggaran karena belanja pegawai melebihi ketetapan.
“Tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi semua pegawai Pemkab terkena rasionalisasi anggaran,” ujarnya.
(Nardi)












