Mukhtarudin Harap Komitmen RI Capai Target Pengurangan Emisi Karbon Terwujud

Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin.

JAKARTA– Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin menegaskan strategi Indonesia untuk mengurangi emisi karbon harus memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup kebijakan prioritas.

Mengingat, kata Mukhtarudin, komitmen Indonesia mengurangi emisi karbon ini tertuang pada visi Presiden Prabowo Subianto mengenai kedaulatan energi.

Dalam visi tersebut, termaktub pasokan listrik Indonesia yang bersumber dari energi baru dan energi terbarukan.

“Saya kira salah satunya yakni percepatan transisi energi terbarukan dengan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (potensi 207 GW), angin, geotermal (29 GW), dan hidro melalui investasi swasta dan BUMN,” tutur Mukhtarudin, Selasa 15 April 2025.

Selain itu, politisi Dapil Kalteng ini mengatakan prioritas efisiensi energi dengan menerapkan teknologi hemat energi di industri, transportasi, dan rumah tangga, seperti LED dan alat berlabel energi rendah.

Di sisi industri, Anggota Komisi XII DPR RI ini menilai industri Semen di Indonesia, yang menyumbang konsumsi energi besar, saat ini mulai mengadopsi teknologi roller press dan vertical roller mill untuk mengurangi konsumsi listrik hingga 20-30%.

“Langkah ini berhasil meningkatkan produksi semen, hemat energi dan menurunkan emisi karbon,” imbuh Mukhtarudin.

Kendati demikian Mukhtarudin mendorong semua pihak mengedukasi masyarakat tentang transisi energi penting untuk mendorong perubahan perilaku dan menciptakan kesadaran kolektif.

ramah lingkungan memiliki banyak manfaat terutama untuk dan keberlanjutan ekosistem di masa mendatang,” ujar Mukhtarudin.

Mukhtarudin berharap komitmen Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi karbon sesuai tercantum pada Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) tahun 2030 dan Net Zero Emission tahun 2060 atau lebih cepat dapat terwujud.

Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon, meski sejumlah negara yang menginisiasi Perjanjian Paris memutuskan untuk keluar dari kesepakatan iklim global tersebut.

baca juga ...  Paradigma Baru Tata Kelola Pekerja Migran, Menteri Mukhtarudin Luncurkan Migrant Center UI & Gandeng Dua Walikota

“Indonesia akan selalu berada pada bagian yang akan menjalankan komitmen itu menurunkan emisi, tetapi dengan penuh kehati-hatian,” ujar Bahlil.

(adista)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!