SAMPIT – Suasana pagi di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendadak mencekam. Dalam hitungan jam, dua kebakaran terjadi beruntun pada Rabu, 16 April 2025, mengguncang warga setempat.
Kebakaran pertama melanda kantor Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Habaring Hurung Sampit. Belum reda kepanikan, warga kembali dikejutkan dengan amukan si jago merah di kawasan padat penduduk Suka Bumi, tak jauh dari Pasar Keramat.
Sekitar pukul 05.20 WIB, api menghanguskan dua rumah warga di Jalan Suka Bumi. Karena bangunan berdempetan rapat, api cepat menjalar dan sempat menyulitkan proses pemadaman. Kobaran api yang menjulang tinggi membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Bayu, warga sekitar, mengatakan api muncul tiba-tiba dan langsung membesar. “Cepat sekali apinya membesar, semua panik. Untung petugas cepat datang,” ucapnya.
Kedua peristiwa ini masih dalam penanganan pihak berwenang, dan proses pendataan kerugian masih berlangsung.
Kebakaran di kampus STIH Habaring Hurung terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Api membakar habis ruangan kantor Ketua STIH dan menyebabkan kerusakan cukup parah. Warga di sekitar Jalan Merak, Kelurahan Baamang Tengah sempat panik karena kobaran api yang membumbung tinggi hingga 10 meter.
Kadek Dwi Setiawan, petugas keamanan kampus, menuturkan bahwa dirinya sempat terbangun sekitar pukul 01.30 WIB untuk memeriksa area kampus, namun tidak lama setelah itu melihat api mulai berkobar di ruang kantor.
“Saya bangun sekitar jam setengah dua untuk cek keadaan kampus, lalu tidur kembali. Pas bangun lagi, sudah ada api. Saya langsung menghubungi pemadam,” ujarnya.
Api diduga berasal dari korsleting listrik di dalam ruangan. Beberapa dokumen penting ikut hangus terbakar, bahkan terdengar suara ledakan dari peralatan elektronik yang ada di dalam ruangan. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB oleh petugas pemadam kebakaran.
Dosen STIH HH Sampit, Tasrifinoor, mengatakan kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai lebih dari Rp 200 juta. “Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Tapi kerugiannya cukup besar, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ungkapnya.
(Nardi)












