PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Wengga Febri Dwi Tananda, menyoroti masih minimnya pelatihan keterampilan wirausaha yang digelar pemerintah daerah bagi masyarakat.
Dalam masa resesnya baru-baru ini, ia mengaku menerima banyak aspirasi soal kebutuhan pelatihan usaha mikro dan UMKM.
“Masyarakat menyampaikan langsung. Mereka bingung harus mulai dari mana. Mereka butuh pembinaan, pelatihan, dan penyuluhan,” kata Wengga saat dikonfirmasi Berita Sampit, Rabu, 16 April 2025.
Menurut politisi muda itu, geliat ekonomi akar rumput di Kalteng sangat bergantung pada dukungan pemerintah terhadap sektor mikro. Tanpa pendampingan, kata dia, potensi masyarakat untuk mandiri secara ekonomi sulit terealisasi.
Ia menyebut, pelatihan kewirausahaan harus bersifat berkelanjutan dan kontekstual dengan kebutuhan lokal.
“Jangan hanya pelatihan seremonial. Harus ada kelanjutan dan tindak lanjut, termasuk akses ke permodalan dan pasar,” ucapnya.
Wengga juga mendorong agar perangkat daerah terkait menggandeng lembaga pelatihan dan pelaku usaha sukses sebagai mentor dalam program-program pembinaan.
Tujuannya, menciptakan ekosistem UMKM yang tak hanya tumbuh, tapi juga tahan banting menghadapi fluktuasi ekonomi.
Komisi III DPRD Kalteng, kata dia, berkomitmen untuk terus mendorong agenda pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya yang menyasar kelompok muda, perempuan, dan pelaku usaha pemula di desa–desa.
“Kita punya banyak potensi lokal. Tapi tanpa bekal keterampilan dan bimbingan, itu semua tidak akan berkembang maksimal,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM bukan hanya soal pelatihan teknis, tetapi juga pembangunan mental usaha dan semangat kewirausahaan di kalangan masyarakat.
“Mereka bukan minta disuapi, tapi diminta ditunjukkan jalannya,” ujar Wengga.
(Sya'ban)












