Tangis dan Lamunan Sebelum Terjun ke Laut, Ini Kesaksian Penumpang KM Dharma Ferry VI

SAMPIT – Perjalanan laut dari Surabaya ke Sampit berubah menjadi kisah pilu ketika seorang penumpang KM Dharma Ferry VI, Riski Adi Saputro (29), dilaporkan melompat ke laut. Kiki Permata, salah satu penumpang asal Sampit, mengungkap kesaksian haru dari dua saksi mata yang duduk dekat korban sebelum insiden terjadi.

Menurut Kiki, kedua saksi memperhatikan gelagat aneh dari Riski selama pelayaran. Ia tampak termenung, seperti terhanyut dalam pikirannya sendiri. Tak jarang, air mata menetes di pipinya tanpa suara. “

“kabarnya memang dia sengaja lompat, kata saksi yang duduk dekat dengan beliau, orang itu tidak tidur sepanjang perjalanan, cuma melamun dan merokok. Sempat menangis juga, tapi tidak bercerita apa-apa,” ungkap Kiki, Kamis 17 April 2025.

Kiki mengaku tidak mengenal korban secara pribadi, namun dari pengamatan para saksi, tampak jelas bahwa korban seperti sedang memendam beban pikiran yang berat.

“Apakah mungkin sedang ada masalah besar atau apa, kami juga kurang paham, suasana saat kejadian semua penumpang panik,” tambahnya.

Diketahui bahwa hingga Rabu siang, upaya pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Kotim, Pos SAR Sampit, TNI AL, Polairud, serta relawan lainnya. Namun korban belum berhasil ditemukan.

“Kami masih melakukan penyisiran di sekitar koordinat lokasi kejadian, bergerak ke arah selatan. Cuaca berawan tapi tidak terlalu mengganggu pencarian,” kata Kepala BPBD Kotim, Multazam.

Tim menggunakan kapal RIB dan kapal patroli untuk menyisir area muara yang menjadi lokasi korban dilaporkan terjun ke laut.

Korban diketahui meloncat dari kapal KM Dharma Ferry VI pada Selasa 15 April 2025 sekitar pukul 05.25 WIB. Saat itu kapal sedang berlabuh di Muara Teluk Sampit, menunggu air pasang untuk memasuki alur pelayaran menuju Pelabuhan Sampit.

baca juga ...  Polsek Jaya Karya Kembali Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Pupuk Subsidi di Teluk Sampit

Kapal sempat memutar arah dan melakukan pencarian selama beberapa saat, namun korban tidak terlihat. Karena kondisi air yang sudah pasang dan pelayaran harus dilanjutkan, kapal pun meneruskan perjalanan ke pelabuhan.

Pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan atau ada perkembangan lebih lanjut di lapangan.

(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!