PALANGKA RAYA – Akses internet masih menjadi kemewahan di sejumlah pelosok Kalimantan Tengah (Kalteng).
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Rahadian Fani, mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan jaringan tower telekomunikasi di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini tertinggal secara digital.
“Keluhan ini datang hampir di setiap titik reses. Salah satunya di Desa Tanah Putih, Kotawaringin Timur. Warga di sana seperti hidup di luar radar,” kata Rahadian di Palangka Raya, Rabu, 16 April 2025.
Ia menilai keterbatasan akses internet bukan lagi sekadar hambatan komunikasi, tetapi juga menghambat pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi.
Menurutnya, ketimpangan digital ini harus segera dijawab dengan langkah konkret dan terukur.
“Era sekarang adalah era digital. Tapi banyak anak-anak di desa harus naik ke bukit hanya untuk kirim tugas sekolah. Ini ironis,” ujarnya.
Rahadian menyebut, pembangunan infrastruktur digital seharusnya menjadi bagian integral dari strategi pembangunan daerah.
Ia mendorong Pemprov Kalteng berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan operator seluler untuk memperluas cakupan jaringan hingga ke pelosok desa.
“Jangan sampai slogan pemerataan hanya berhenti di papan baliho. Harus diwujudkan sampai sinyal bisa dirasakan merata,” katanya.
Selain itu, politisi muda itu juga mengingatkan bahwa akses internet kini menjadi indikator penting dalam indeks pembangunan manusia. Tanpa koneksi yang memadai, desa akan semakin tertinggal dalam berbagai aspek.
Komisi III, menurutnya, akan membawa isu ini ke forum-forum resmi bersama mitra kerja, termasuk dalam pembahasan program strategis daerah.
“Kami tidak ingin Kalteng dibelah oleh jurang digital. Semua warga berhak terkoneksi,” tutup Rahadian.
(Sya'ban)












