Rapat Virtual Pencegahan Korupsi: KPK Desak Dunia Usaha Bersih dari Suap

– Indeks Persepsi Korupsi Indonesia masih bertengger di angka 37. Survei Penilaian Integritas pun hanya mencatatkan skor 71,53, tergolong rentan.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyebut angka-angka itu sebagai peringatan dini.

“Kita tidak sedang dalam posisi baik-baik saja,” kata Setyo saat menjadi pembicara kunci dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi di Dunia Usaha bersama Komite Advokasi Daerah (KAD) se-Indonesia, Kamis, 17 April 2025.

Rapat berlangsung daring dan diikuti Plt Sekda H. M. Katma F. Dirun dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng.

Setyo menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak cukup mengandalkan penindakan.

“Pencegahan harus berjalan bersisian. KAD adalah jembatan penting di level daerah,” ujarnya.

Wakil Ketua KPK Agus Joko Pramono menambahkan, KAD dibentuk sebagai ruang dialog antara regulator dan pelaku usaha. Tujuannya, memotong rantai suap dan memperbaiki iklim bisnis daerah.

“Lewat KAD, pelaku usaha bisa menyuarakan masalah tanpa rasa takut,” ungkap Agus.

Ia juga menyarankan agar setiap KAD membentuk Anti-Corruption Working Group (ACWG) untuk mengidentifikasi Daftar Isu Masalah (DIM) dan menyusun rekomendasi perbaikan kebijakan.

Rekomendasi itu akan disampaikan kepada pemerintah daerah dan sektor swasta dengan supervisi dari KPK.

Menurut Agus, manfaat forum ini sangat strategis. “Bagi regulator, iklim usaha yang sehat menarik investasi dan membuka lapangan kerja. Bagi pelaku usaha, ini tentang kepastian dan persaingan yang adil,” jelasnya.

Rakor yang digelar serentak secara itu diikuti berbagai pemangku kepentingan, termasuk dari sektor publik dan swasta.

Di , hadir pula Plh. Asisten Pemkesra Setda Provinsi Maskur, sejumlah kepala OPD, serta perwakilan asosiasi pengusaha.

Di tengah sorotan terhadap maraknya suap di sektor perizinan dan pengadaan barang, forum ini menjadi ruang penting untuk membangun kesadaran kolektif.

baca juga ...  Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng Akan Ikuti Pembekalan di Magelang

Bahwa dunia usaha yang bersih bukan sekadar wacana, tapi sebuah keniscayaan.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!