PALANGKA RAYA – Ada yang berbeda dari suasana Rumah Sakit Siloam Palangka Raya, Sabtu pagi, 19 April 2025.
Di tengah gelaran pemeriksaan gratis untuk deteksi dini kanker payudara, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran melakukan hospital tour, menyusuri lorong-lorong rumah sakit modern itu.
Didampingi sang istri, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, yang juga Ketua TP PKK Kalteng, Gubernur tampak serius memperhatikan setiap sudut fasilitas yang ada dari ruang UGD 24 jam, laboratorium radiologi, CT scan, hingga kamar rawat inap VIP.
Tak sekadar melihat, Agustiar juga ikut menjalani pemeriksaan tekanan darah. “Beliau ingin memastikan langsung kualitas layanan rumah sakit swasta ini, sekaligus memberi dukungan atas kerja sama dengan PKK,” kata Aisyah, usai mendampingi sang suami.
Kegiatan ini memang bukan kunjungan biasa. RS Siloam Palangka Raya hari itu menjadi tuan rumah skrining kanker payudara gratis, bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53.
Pemeriksaan dilakukan dengan metode USG, menyasar perempuan yang berisiko namun kerap terhalang akses biaya dan fasilitas.
“Gubernur sangat mengapresiasi keterlibatan RS Siloam dalam kegiatan ini. Ini bentuk kolaborasi konkret antara pihak swasta dan pemerintah,” ujar Aisyah.
Menurut Direktur RS Siloam Palangka Raya, dr. Indriyani Wijaya, skrining ini merupakan bagian dari program nasional bertajuk Selangkah: Semangat Lawan Kanker, yang dicanangkan Siloam Hospitals Group sejak Maret 2023.
“Kami menargetkan 50-60 peserta dalam dua hari. Tidak ada batasan usia, tapi untuk deteksi kanker payudara, kami rekomendasikan mulai usia 30 tahun atau saat muncul gejala,” jelas Indriyani.
Dari data internal Siloam, sekitar 18,9 persen peserta skrining nasional terindikasi memiliki potensi kanker dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Semakin dini diketahui, semakin baik hasilnya,” kata Indriyani.
Aisyah, di sela hospital tour, juga mengingatkan pentingnya vaksinasi kanker serviks sejak usia dini.
“Pemprov Kalteng sudah sediakan vaksin HPV gratis untuk anak perempuan usia 9 tahun, bisa diakses di Posyandu dan Puskesmas,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari hulu, dari pengetahuan dasar perempuan tentang tubuhnya sendiri.
“Kita ingin perempuan Kalteng tidak hanya sehat, tapi juga punya kesadaran penuh atas kesehatannya,” ucap Aisyah.
Hospital tour itu pun tak berhenti di ruang-ruang steril rumah sakit. Lebih dari itu, ia menjadi simbol keterlibatan langsung pemimpin daerah dalam agenda besar: menjadikan kesehatan perempuan sebagai isu publik, bukan urusan privat.
Sebab, seperti yang dikatakan dr. Indriyani, “Dari perempuan yang sehat, lahirlah generasi yang kuat.”
(Sya'ban)












