PULANG PISAU – Kepala Dinas PUPR Pulang Pisau melalui Kabid Bina Marga, I Gusti Putu Donna, mengungkapkan tantangan besar dalam memperbaiki jalan poros Sebangau Kuala, yakni kontur tanah gambut yang memerlukan biaya tinggi.
Dalam peninjauan Selasa 22 April 2025, Donna menyebutkan bahwa jalan yang ditangani sepanjang 2,6 km tahun lalu merupakan bagian dari total ruas jalan yang sangat rawan rusak akibat kondisi alam.
“Bayangkan, tahun kemarin anggaran Rp20 miliar saja cuma dapat sekitar 8 kilometer. Itu karena biaya penanganan di tanah gambut ini sangat tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, bantuan dari Provinsi Kalteng juga bersifat spot atau tambal sulam di bagian aspal yang rusak, bukan penanganan menyeluruh.
Menurut Donna, cara kerja seperti ini membuat perbaikan tidak bertahan lama. “Hari ini diperbaiki di titik A, besok rusak lagi di titik B. Harus ada skema penanganan menyeluruh,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang dan strategi konstruksi yang adaptif terhadap kondisi lahan gambut.
“Kalau tidak begitu, kerusakan akan terus berulang. Biaya besar, hasil tidak maksimal,” katanya. (ds)












