Dharma Santi Nyepi Jadi Simbol Harmoni Umat Beragama di

KUALA – Gelaran Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Lapangan Basarang Jaya, Kecamatan Basarang, Kabupaten , Kamis 24 April 2025, menjadi simbol kuat harmonisasi antarumat beragama di . Acara ini tak hanya menjadi ajang spiritual umat Hindu, tetapi juga ruang pemersatu dalam bingkai keberagaman.

Bupati , H. M. Wiyatno, yang hadir bersama Wakil Bupati Dodo dan Sekda Septedy, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran umat Hindu dari berbagai wilayah . Ia menegaskan bahwa Dharma Santi bukan sekadar seremonial, melainkan manifestasi nilai luhur dalam merawat kebersamaan dan mempererat persaudaraan antarwarga.

Tema yang diangkat dalam Dharma Santi tahun ini adalah “Manawa Sewa Mandawa Sewa”, yang bermakna pengabdian kepada sesama manusia sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. Dalam praktiknya, kegiatan ini diisi dengan dharma wacana, persembahyangan bersama, serta berbagai kegiatan kebudayaan yang mempererat ikatan sosial masyarakat lintas keyakinan.

“Basarang ini adalah rumah bersama bagi banyak budaya, termasuk masyarakat Hindu dari Bali yang dulu datang melalui program transmigrasi. Sejarah dan keberagaman ini menjadi kekuatan kita dalam membangun daerah,” ucap Wiyatno dalam sambutannya.

Ia juga menyoroti bahwa pelaksanaan Dharma Santi di adalah bentuk nyata komitmen masyarakat dalam menjaga toleransi, sembari memperkaya seni, budaya, dan kerukunan antarumat beragama yang menjadi pondasi hidup damai di .

Bupati berharap momentum Dharma Santi dapat menjadi ajang refleksi spiritual dan rekonsiliasi sosial untuk memperkuat tekad membangun Kabupaten secara rukun, damai, dan sejahtera bersama seluruh elemen masyarakat. (ds)

baca juga ...  Pemkab Kapuas Dorong Pemuda Jadi Motor Pembentukan Karakter dan Daya Kritis
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!