SAMPIT – Suasana penuh nostalgia dan kebersamaan mewarnai puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 SMP Negeri 9 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang digelar meriah pada Kamis, 24 April 2025. Acara ini menjadi ajang reuni akbar bagi alumni lintas angkatan yang kembali ke almamater tercinta, mengenang kisah lama, dan berbagi tawa.
Kemeriahan semakin terasa saat potong tumpeng digelar sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang sekolah yang telah menginjak usia dua dekade lebih. Momen ini menjadi pengikat silaturahmi, sekaligus pengingat akan semangat perjuangan yang mengawali berdirinya SMPN 9 Sampit.
Didirikan pada 18 Maret 2004, sekolah ini memulai langkahnya dari kondisi serba terbatas, menumpang di gedung SDN Baamang Hulu. Namun, semangat pantang menyerah dan cita-cita luhur untuk mencerdaskan generasi muda tak pernah padam. Hanya setahun berselang, sekolah akhirnya memiliki gedung sendiri di Jalan Cilik Riwut Km 5,5—buah dari kerja keras seluruh pihak, termasuk kepala sekolah pertama, Semiansyah, yang meletakkan pondasi kuat bagi kemajuan sekolah.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kotim turut memberikan apresiasi atas perayaan tersebut. Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdik Kotim, Herman Yudianto, yang hadir dalam acara, menyampaikan kebanggaannya atas pesatnya perkembangan sekolah serta kekompakan keluarga besar SMP Negeri 9 Sampit.
Menurutnya, usia 21 tahun bukanlah usia yang muda lagi bagi sebuah institusi pendidikan. Seperti halnya manusia, di usia ini SMP Negeri 9 Sampit telah menunjukkan kematangan dan kedewasaan, baik dari segi akademik maupun non-akademik.
“Kalau diibaratkan dengan usia manusia, 21 tahun adalah masa di mana seseorang mulai dewasa, sedang giat-giatnya membangun masa depan,” ungkapnya.
Begitu pula dengan rangkaian lomba-lomba yang di gelar di SMP Negeri 9 Sampit ini menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus sarana promosi kepada masyarakat luas.
“Saya mewakili Disdik Kotim mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-21 untuk SMP Negeri 9 Sampit. Semoga makin sukses ke depan, dan tahun depan bisa lebih semarak lagi dengan peserta yang lebih banyak,” tambahnya.
Kepala SMP Negeri 9 Sampit, Jelita, menyampaikan rasa bangganya kepada para alumni yang hadir dan berpartisipasi.
“Para alumni adalah anak-anak kami juga. Kami berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Kotim, rekan-rekan MKKS, serta seluruh alumni atas dukungan dan partisipasinya. Perjalanan panjang SMPN 9 Sampit adalah hasil dari sinergi guru, staf, dan alumni,” katanya.
Dirinya juga berterima kasih pada sekolah-sekolah yang ikut serta menjadi peserta memeriahkan rangkaian kegiatan, begitu pula para donatur dan sponsor acara yang ikut serta menyukseskan HUT ke-21 SMP Negeri 9 Sampit.
Salah satu alumni, Mahendra Fajar, mengungkapkan rasa harunya bisa kembali ke sekolah yang dahulu lokasinya yang dikelilingi perkebunan nanas dan agak tersembunyi dari keramaian kota.
“Walau fasilitas kami dulu tidak lengkap, tapi kami punya semangat dan potensi untuk terus maju. Dari sinilah kami mulai belajar berorganisasi, aktif di OSIS dan Pramuka, hingga merasakan masa remaja yang penuh cerita. Sekolah ini punya kenangan yang sangat dalam,” ujarnya.
Rangkaian acara juga diisi dengan penutupan bazar, pengumuman pemenang lomba, serta pembagian hadiah. Sebagai penutup, kegiatan puncak HUT ke-21 dirangkai dengan acara potong tumpeng yang juga melibatkan sejumlah kepala sekolah terdahulu, seperti Semiansyah, Abung, Mahmud, Supriyono, dan Willem.
Acara berlangsung meriah dan penuh kehangatan, menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan antar alumni dan keluarga besar SMP Negeri 9 Sampit tetap terjaga.
(Nardi)












