KUALA KURUN – Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong kembali menegaskan pentingnya pengawalan terhadap pelaksanaan Program 100 hari kerja yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi (Rakordalev) perencanaan pembangunan triwulan I dan Penandatanganan Komitmen Inovasi Daerah Tahun 2025 yang digelar di Aula Bapperida setempat, Senin 5 Mei 2025.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen dan keseriusan seluruh perangkat daerah dalam merealisasikan target-target kerja awal pemerintahan tahun 2025,”ungkap Jaya Samaya Monong.
Lebih lanjut dikatakannya, dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang telah ditandatangani pada 30 April 2025.
Dimana kata dia, kerja sama ini mencakup tiga aspek utama, teknologi pengolahan emas ramah lingkungan untuk skala tambang rakyat, penyusunan dokumen peta jalan IPTEK daerah, dan pengelolaan sumber daya genetik pertanian serta indikasi geografis Kabupaten Gunung Mas.
“Pemanfaatan teknologi tambang emas ramah lingkungan harus menjadi terobosan nyata untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan berkontribusi pada PAD,” bebernya.
Terkait inovasi daerah tahun 2025, seluruh perangkat daerah diminta serius melaksanakan inovasi yang telah didaftarkan dan memastikan adanya minimal enam inovasi di bidang pelayanan dasar: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perumahan, ketertiban umum, dan sosial.
“Jangan sampai inovasi hanya menjadi daftar tanpa bukti. Kita ingin Gunung Mas mendapatkan nilai maksimal di ajang IGA Kemendagri,” tegasnya. (ale)












