PALANGKA RAYA – Sebanyak 80 siswa-siswi tingkat SMA/SMK dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2025. Kegiatan seleksi berlangsung pada 5 hingga 9 Mei 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng.
Seleksi ini secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran. Para peserta terdiri dari 40 putra dan 40 putri yang akan disaring untuk mewakili Kalteng hingga ke tingkat nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Apung, mengatakan bahwa seluruh peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota dan mengikuti seleksi secara ketat dan profesional. Proses seleksi melibatkan unsur TNI, Polri, serta mantan anggota Paskibraka.
“Semua dari Kabupaten/kota hadir semua, dan kita harapkan menjadi ajang bagi anak-anak didik kita dari SMA atau SMK untuk bisa beradu prestasi untuk bisa mewakili ke tingkat nasional dan menjadi pengibar bendera pusaka di provinsi Kalteng pada 17 Agustus nantinya,” ujarnya.
Leo menyebut, tahapan seleksi meliputi pemeriksaan berkas administrasi, wawancara, tes baris-berbaris (PBB), serta penilaian terhadap aktivitas media sosial peserta.
“Ini seleksi yang ril sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh aturan. seleksi juga sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing. Tadi ada kita dengar ada seleksi aktivitas di medsos, ini juga menjadi penilaian. Kita harapkan anak-anak kita betul-betul bijak menggunakan medsos itu,” katanya.
Terkait target keterwakilan Kalteng di Paskibraka tingkat nasional, Leonard optimistis daerahnya akan memiliki perwakilan yang terpilih mengibarkan bendera pusaka di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang.
“Itu biasanya ada dua, tergantung dari seleksi ditingkat pusat. Pastinya kita terwakili nanti. Kita lihat di tim inti yang akan mengibarkan bendera di istana,” tambahnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalteng juga menyiapkan bonus sebagai bentuk apresiasi bagi peserta yang berhasil terpilih ke tingkat nasional.
“Pasti ada, pasti ada (bonus), itu ada pemerintah provinsi nanti. Kita akan memberikan apresiasi, memberikan reward kepada anak-anak muda kita ini,” ucap Leonard.
Ia menambahkan bahwa para anggota Paskibraka nasional adalah aset daerah sekaligus aset bangsa yang patut dijaga dan didorong untuk terus berprestasi.
“kalau kami melihat, ini adalah aset daerah aset bangsa, harus kita jaga. Kenapa kita beri reward? Supaya anak muda yang lain ikut terpacu untuk beradu prestasi,” tandasnya.
(Syauqi)











