SAMPIT – Pembentukan Pos Komando Lapangan (Poslap) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dilaksanakan serentak di 75 lokasi di Kalimantan Tengah sebagai bagian dari program 100 hari kerja Gubernur Kalteng.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pelatihan digelar di dua titik, yaitu Kantor BPBD Kotim dan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan diikuti Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kegiatan di Mentaya Hilir Selatan dipusatkan di Samuda, Rabu 7 Mei 2025, melibatkan peserta dari empat kecamatan: Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara, dan Mentaya Hilir Selatan.
Ketua panitia kegiatan sekaligus Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kalteng, Alpius Patanan, menjelaskan pelatihan ini bertujuan memastikan kesiapsiagaan personel dalam menangani karhutla di seluruh wilayah.
Sebelum pembentukan Poslap diaktifkan, pelatihan lebih dulu dilaksanakan di 29 lokasi di 15 kabupaten/kota, dengan melibatkan 75.000 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dan 1.175 personel TNI-Polri.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menegaskan pentingnya pelatihan ini, mengingat kawasan selatan Kotim tergolong rawan kebakaran lahan.
Ia mengingatkan kembali arahan Presiden pada 2023 yang menuntut keseriusan dalam menangani karhutla karena ada sanksi hukum bagi pihak yang lalai.
“MPA menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Poslap,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Mentaya Hilir Selatan, Rida Iswandi, menyampaikan bahwa pihaknya selama empat tahun terakhir konsisten membina MPA di wilayahnya.
MPA, menurutnya, tidak hanya membantu dalam patroli dan pemadaman, tapi juga aktif dalam menyosialisasikan bahaya karhutla kepada masyarakat, minimal di tiga desa setiap musim kemarau. Selain itu, MPA juga bekerja sama dengan satuan pemadam kebakaran setempat.
Materi pelatihan yang disampaikan meliputi teknik pencegahan karhutla oleh Multazam dan teori dasar karhutla oleh Alpius Patanan.
Rida menambahkan, peran MPA ke depan akan diperluas untuk turut menangani bencana lain seperti banjir dan kekeringan. Di Mentaya Hilir Selatan yang memiliki 2 kelurahan dan 8 desa, telah disiapkan cadangan air sungai di masing-masing wilayah sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. (nardi)












