PALANGKA RAYA – Siang itu, Jumat 9 Mei 2025, langit di atas Kota Palangka Raya memantulkan cahaya hangat.
Udara terasa teduh, seolah ikut menyambut para tamu yang berdatangan ke Aula Jayang Tingang, di kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Di dalam ruangan, lautan putih menghampar: para jamaah calon haji duduk rapi, wajah-wajah mereka dipenuhi harap dan haru.
Suasana menjadi syahdu ketika Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, berdiri di hadapan mereka.
Bukan hanya sebagai pemimpin daerah, pagi itu ia hadir sebagai saudara, sebagai sahabat seperjalanan menuju tujuan yang lebih tinggi: ridha Ilahi.
“Perjalanan ini bukan hanya soal langkah kaki, tapi juga langkah hati,” ucapnya, suaranya tenang namun penuh makna.
Ia berbicara tentang pentingnya niat, bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai landasan utama dalam ibadah haji.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk meluruskan niat, meninggalkan segala kepentingan dunia, dan memusatkan hati hanya kepada Allah SWT.
Sebanyak 278 jamaah calon haji asal Kota Palangka Raya akan berangkat tahun ini. Mereka terbagi ke dalam dua kloter: Kloter 4 berisi 230 orang dan Kloter 6 sebanyak 48 orang. Seluruhnya akan memulai perjalanan mereka dari Embarkasi Haji Banjarmasin.
Gubernur juga mengingatkan bahwa Tanah Suci bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat ujian.
Di sanalah keikhlasan diuji, kesabaran ditempa, dan persaudaraan diuji dalam suhu yang menyengat dan ribuan wajah yang berbeda.
“Jaga kesehatan, jaga hati, dan jaga kebersamaan. Kita bukan hanya membawa nama diri, tapi juga nama daerah, nama bangsa,” pesannya.
Tak hanya memberi wejangan, Gubernur juga menyerahkan uang saku secara simbolis kepada para jamaah, sebuah bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menunjang kebutuhan para calon haji selama di Makkah dan Madinah.
Di sekeliling aula, para pejabat tampak hadir menyimak penuh perhatian. Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, Plt Sekda Leonard S. Ampung, unsur Forkopimda, hingga para tokoh agama duduk bersisian.
Kehadiran mereka menambah kekhidmatan acara, memperlihatkan dukungan penuh kepada para calon tamu Allah.
Ketika acara usai, jamaah bangkit satu per satu, bersalaman dan saling mendoakan. Di wajah mereka, ada keikhlasan yang tak bisa dipalsukan.
Ada kerinduan akan Ka'bah yang mungkin telah lama mereka simpan dalam diam. Dan kini, mimpi itu tinggal beberapa hari lagi menjadi kenyataan.
Di Palangka Raya, siang itu, doa-doa mengalir seperti sungai tenang. Dan dari tengah lautan putih di Aula Jayang Tingang, harapan pun diterbangkan tinggi ke langit, menuju Tanah Suci.
(Sya'ban)












