PALANGKA RAYA – Pagi yang hangat menyelimuti Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, ketika pesawat Lion Air JT-866 mendarat membawa tamu penting dari Ibu Kota.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu'ti, tiba bersama rombongan, Jumat pagi, 9 Mei 2025, untuk menjalankan agenda kerja di Kalimantan Tengah.
Kedatangannya disambut langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo.
Tak hanya itu, para tokoh pendidikan dan jajaran pemerintah daerah turut menyambut, di antaranya Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Muhamad Yusuf dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng Prof. Achmad Syar'i.
Sebagai penghormatan khas tanah Dayak, Abdul Mu'ti menerima pengalungan Lilis Lamiang dalam prosesi adat yang hangat dan khidmat. Simbol ini menjadi tanda bahwa ia diterima dengan penuh penghormatan di Bumi Tambun Bungai.
Agenda kerja Mendikdasmen di Kalimantan Tengah dimulai dengan kunjungan ke SD Negeri 11 Langkai. Ia ingin melihat secara langsung bagaimana proses pembelajaran berlangsung di daerah, mulai dari fasilitas hingga interaksi guru dan siswa di kelas.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam misinya memperkuat pendidikan dasar yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia.
Usai kunjungan ke sekolah, Abdul Mu'ti dijadwalkan menghadiri sarasehan bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen yang ada di Kalteng.
Sarasehan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi dan memperkuat kolaborasi antara pusat dan daerah dalam peningkatan mutu pendidikan.
Sore harinya, Menteri akan menghadiri Gebyar Pendidikan Unggul Muhammadiyah di kampus UMPR.
Acara tersebut dirangkai dengan pencanangan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Provinsi Kalteng sebuah upaya membentuk karakter anak sejak dini melalui kebiasaan positif yang konsisten.
Tak hanya berkunjung, Abdul Mu'ti juga menginisiasi diskusi terbuka bersama Gubernur, kepala daerah se-Kalteng, Forkopimda, civitas akademika, serta pimpinan OPD dan UPT Kemendikdasmen.
Diskusi ini akan digelar di Kantor Gubernur dan diharapkan menjadi ruang tukar gagasan mengenai arah dan strategi pendidikan yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Kunjungan kerja ini membawa semangat sinergi, bahwa pendidikan dasar bukan hanya urusan pusat, tetapi tanggung jawab bersama yang harus dirawat oleh seluruh lapisan masyarakat dan pemerintahan.
Melalui kunjungan ini pula, harapan baru tumbuh: bahwa dari Palangka Raya, energi perubahan untuk pendidikan Indonesia bisa terus mengalir.
(Sya'ban)












