SAMPIT – Program makan bergizi gratis dari pemerintah yang seharusnya menjangkau semua siswa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata belum sampai ke wilayah pedalaman. Hal ini disoroti oleh Ketua DPRD Kotim, Rimbun, yang menekankan bahwa masih banyak siswa di daerah terpencil yang belum merasakan manfaat program tersebut.
Rimbun meminta agar Pemkab Kotim segera mengkomunikasikan kendala ini kepada pemerintah pusat dan provinsi, untuk memastikan distribusi program makan bergizi bisa merata ke seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah yang sulit dijangkau.
“Anak-anak di desa bertanya, kapan mereka bisa merasakan makan bergizi gratis seperti di kota? Ini harus segera direspons,” kata Rimbun, Selasa 13 Mei 2025.
Ia menjelaskan, juknis program yang mewajibkan satu vendor dan satu dapur untuk melayani ribuan siswa dalam radius 6 kilometer sulit diterapkan di wilayah Kotim yang memiliki akses geografis menantang.
“Kalau setiap desa harus bangun dapur sendiri, tidak mungkin kita sanggup dari sisi anggaran. Harus ada alternatif, misalnya bentuk tunjangan atau skema lain,” katanya.
Rimbun mengingatkan agar program ini tidak hanya dinikmati di daerah Jawa, sementara di Kotim masih belum berjalan semua, dikhawatirkan akan baru berjalan saat masa jabatan presiden berakhir.
(Nardi)












