LAMANDAU – Kepolisian Resor (Polres) Lamandau kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi peredaran narkoba. Kali ini, aparat berhasil menggagalkan peredaran sabu dalam jumlah fantastis, yakni 2 kilogram!
Penangkapan ini sebenarnya telah terjadi hampir sepekan lalu, namun hingga kini belum diumumkan secara resmi ke publik. Pasalnya, kasus ini masih dalam tahap pengembangan dan diduga melibatkan jaringan yang lebih luas.
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi usai menghadiri sidang vonis kurir sabu seberat 50,6 kg yang sempat menghebohkan Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu.
“Kami memang ada tangkapan baru yang cukup lumayan banyak. Akan kami release setelah pengembangan,” ujar Kapolres.
Ia mengungkapkan, barang bukti yang diamankan dalam penangkapan terbaru tersebut diperkirakan seberat 2 kilogram. Saat ini, tim Satresnarkoba masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan narkotika lintas provinsi yang diduga menjadi pemasok utama.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lamandau, Riko Porwanto, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala BNN Kabupaten Lamandau, mengapresiasi putusan majelis hakim PN Nanga Bulik yang menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap kurir sabu 50,6 kg.
“Kami selaku wakil rakyat mengapresiasi putusan ini. Kami berharap ini memberi efek jera bagi pelaku. Tapi yang paling penting adalah menelusuri sumber barangnya, dari bandar besar hingga produsennya,” tegas Riko. Selasa, 13 Mei 2025
Menurutnya, dari beberapa kasus penangkapan sabu sebelumnya, ditemukan kesamaan pola, termasuk bentuk kemasan sabu yang menggunakan bungkus teh asal Tiongkok.
“Berkali-kali tertangkap dengan kemasan yang sama, hanya cara penyelundupannya saja yang berbeda. Kami berasumsi kuat barang ini berasal dari jaringan yang sama,” lanjutnya.
Ia pun berharap aparat terus menelusuri jaringan narkotika ini hingga ke akar-akarnya, bukan hanya berhenti di tangan para kurir.
“Namun tentu kami bersyukur dan mengapresiasi Polres Lamandau yang berhasil menggagalkan peredaran narkoba ini. Banyak generasi muda yang terselamatkan,” tutupnya.
(Andre)












