PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menyoroti meningkatnya jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan. Kondisi ini dinilai menjadi indikator bahwa pertumbuhan ekonomi di Kalteng belum merata dan belum menyentuh lapisan masyarakat bawah.
Juru Bicara Fraksi Golkar, Rahadian Fani, menyampaikan perhatian khusus terhadap tren kenaikan angka kemiskinan di wilayah perkotaan di Kalteng.
“Meskipun Kalteng secara umum tercatat sebagai provinsi dengan angka kemiskinan terendah keenam di Indonesia,” katanya.
Ia menilai bahwa peningkatan angka kemiskinan di perkotaan menunjukkan bahwa tidak semua kalangan masyarakat merasakan manfaat pertumbuhan ekonomi.
“Kenaikan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum menjangkau masyarakat lapisan bawah secara optimal dan bahwa struktur pendapatan masih timpang,” ujarnya.
Selain itu, Rahadian juga menyoroti angka ketimpangan pendapatan atau Gini Ratio pada tahun 2024 yang dinilai masih tinggi.
“Gini Ratio tahun 2024 yang berada di angka 0,304 masih jauh dari target RPJMD di bawah 0,216,” pungkasnya.
(Syauqi)












