PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mengapresiasi penurunan angka stunting di provinsi ini. Namun demikian, fraksi ini juga menyoroti sejumlah persoalan serius dalam pelayanan kesehatan primer dan sistem rujukan antar fasilitas kesehatan.
Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Rahadian Fani, menyatakan bahwa meskipun ada kemajuan di beberapa indikator kesehatan, masih banyak tantangan yang harus segera diatasi oleh pemerintah daerah.
“Meskipun indikator seperti penurunan angka stunting menunjukkan kemajuan, tetapi pelayanan kesehatan primer dan rujukan masih menghadapi tantangan besar, seperti kekurangan tenaga kesehatan, keterbatasan alat medis, serta lambannya integrasi sistem rujukan antar fasilitas kesehatan,” ujarnya saat membacakan pemandangan umum fraksinya terhadap LKPJ Gubernur Kalteng Tahun 2024, belum lama ini.
Fraksi Golkar mendorong Pemerintah Provinsi Kalteng untuk memastikan distribusi tenaga kesehatan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Selain itu, cakupan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) perlu diperluas agar lebih inklusif, terutama bagi masyarakat rentan.
Di sisi lain, Fraksi Golkar juga menyoroti lemahnya koordinasi antar perangkat daerah dalam penanganan isu-isu sosial masyarakat.
“Pemerintah harus mengintegrasikan program penanggulangan kemiskinan, perlindungan anak, disabilitas, dan lansia ke dalam satu sistem pelayanan sosial berbasis data dan digitalisasi,” katanya.
(Syauqi)












