SAMPIT – Persiapan menjelang Iduladha 1446 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Juni 2025 mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Salah satu yang disorot adalah pengawasan kesehatan hewan kurban, terutama sapi yang didatangkan dari luar daerah.
Anggota Komisi II DPRD Kotim, Zainuddin, menegaskan pentingnya tindakan preventif guna mencegah masuknya hewan terjangkit penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Ia meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) melalui bidang peternakan agar memperketat setiap tahapan pemeriksaan, mulai dari karantina hingga pemberian vaksin.
“Setiap sapi yang masuk ke Kotim harus dipastikan sehat, sudah dikarantina, dan divaksin. Ini penting untuk menjamin keamanan dan kesehatan konsumen,” ujar Zainuddin, Jumat 16 Mei 2025.
Politisi PKB ini menjelaskan, tingginya kebutuhan hewan kurban di Kotim tidak bisa sepenuhnya dipenuhi oleh peternak lokal. Sebagian besar sapi masih didatangkan dari luar daerah seperti Sulawesi dan Jawa. Kondisi ini membuat pengawasan menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hewan yang akan disembelih.
“Karena kita masih bergantung pada pasokan luar, maka pengawasannya tidak boleh kendor. Justru harus diperkuat agar tidak ada celah yang membahayakan masyarakat,” lanjutnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih teliti saat memilih hewan kurban. Ia mengimbau agar warga membeli dari pedagang atau peternak yang sudah jelas asal-usulnya dan memastikan kondisi hewan benar-benar layak disembelih secara syar'i dan sehat.
“Masyarakat jangan hanya tergiur harga murah. Cek juga fisik hewannya, surat kesehatan, dan pastikan dari sumber yang bisa dipercaya,” pesannya.
Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat menciptakan pelaksanaan kurban yang aman dan berkualitas. Menurutnya, kepedulian semua pihak adalah kunci untuk menghindari potensi persoalan kesehatan yang mungkin timbul pasca penyembelihan.
“Jika semua pihak saling mendukung dan menjalankan perannya, maka Iduladha tahun ini bisa berlangsung dengan lancar dan memberi manfaat maksimal bagi umat,” pungkasnya. (nardi)












