SAMPIT – Kasus pemukulan terhadap Kepala Desa Kabuau, Mobi Lala, saat aksi pencegatan tongkang PT Bumi Makmur Waskita (BMW) terus menuai reaksi keras dari berbagai pihak.
Kali ini, Bendahara Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kalimantan Tengah, Yanto E Saputra, turut bersuara lantang meminta aparat kepolisian menindak tegas pelaku pemukulan, karena jika tidak maka dikhawatirkan masyarakat bereaksi.
“Aksi premanisme seperti ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi yang menjadi korban adalah kepala desa, pemimpin masyarakat. Kami mendukung penuh agar pelaku segera diproses hukum dan ditangkap,” tegas Yanto, Sabtu, 17 Mei 2025.
Ia menilai, tindakan kekerasan tersebut bukan hanya melukai secara fisik, tetapi juga mencoreng marwah kepala desa sebagai simbol pemerintahan di tingkat desa.
Menurutnya, jika aparat lamban bertindak, maka besar kemungkinan akan muncul reaksi dari warga.
“Kami tidak ingin masyarakat bertindak sendiri. Tapi kalau dibiarkan terus, ini bisa memicu reaksi dari warga Kabuau maupun masyarakat luas,” katanya.
Sebagai tokoh pemuda Dayak, Yanto menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap melaporkan ke tingkat lebih tinggi jika tidak ada kejelasan penanganan.
“Jika tidak ada tindakan dari Polsek Parenggean, kami siap melapor ke Polres Kotim, bahkan ke Polda Kalteng. Ini bukan persoalan pribadi, ini menyangkut harga diri dan keadilan bagi kepala desa yang dianiaya,” tegasnya.
Ia berharap kepolisian bertindak cepat, menangkap pelaku, dan memprosesnya sesuai dengan hukum agar ketertiban dan rasa aman masyarakat tetap terjaga.
Diberitakan sebelumnya, insiden pemukulan terhadap Kepala Desa Kabuau terjadi saat warga bersama pemerintah desa menghentikan tongkang milik PT BMW yang melintas di perairan desa, Rabu 14 Mei 2025.
Tindakan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan dari kesepakatan yang dibuat pada 10 Oktober 2024. Namun, seorang oknum warga secara tiba-tiba menyerang dan memukul kepala desa di atas kapal Sabang 69, yang memicu kemarahan warga serta berbagai reaksi dari tokoh daerah, kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian.
(Nardi)












