SAMPIT – Kepolisian Sektor (Polsek) Parenggean, Kotawaringin Timur (Kotim), menegaskan bahwa laporan terkait pemukulan terhadap Kepala Desa Kabuau, Mobi Lala, saat aksi pencegatan tongkang milik PT Bumi Makmur Waskita (BMW), telah ditangani secara serius dan kini telah masuk tahap penyelidikan.
Kapolsek Parenggean Iptu Danny Arrizal Saputra, S.Tr.K SIK MH menyampaikan bahwa proses hukum sudah dimulai dengan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk korban.
“Sudah kami tangani. Saat ini proses sedang berjalan dalam tahap penyelidikan. Pak Kades dan para saksi sudah kami minta keterangan,” ujar Iptu Danny, Sabtu 17 Mei 2025.
Menurutnya, penyidik saat ini sudah minta keterangan sekaligus klarifikasi kepada terlapor atas dugaan tindakan kekerasan yang terjadi di atas kapal Sabang 69 tersebut.
“Dan kami pada saat ini sudah melakukan pemeriksaan dan klarifikasi, terhadap terlapor” tegasnya.
Ia memastikan bahwa kepolisian akan menangani perkara ini secara profesional dan objektif, sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Sementara itu Kepala Desa Kabuau Mobi Lala membenarkan bahwa dirinya telah diminta keterangan oleh pihak Polsek Parenggean.
“Iyaa saya sudah dimintai keterangan oleh penyidik,” tukasnya.
Ia berharap kasus ini bisa segera ditingkatkan ke tahap penyidikan dan pelaku segera ditetapkan sebagai tersangka.
Sebelumnya, insiden pemukulan terhadap Kades Kabuau terjadi saat warga bersama pemerintah desa menghentikan tongkang milik PT BMW yang melintas di perairan desa sebagai bagian dari pelaksanaan kesepakatan 10 Oktober 2024.
Tiba-tiba, seorang oknum warga menyerang kepala desa dan memukulnya di atas kapal. Kasus ini telah dilaporkan dan tengah diproses.
(Nardi)












