SAMPIT – Kondisi jalan menuju dan keluar Desa Tanjung Jorong, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami kerusakan parah.
Anggota DPRD Kotim Hendra Sia menyebutkan akibatnya, aktivitas masyarakat lumpuh karena sulitnya akses menuju kecamatan dan kota termasuk untuk menjual hasil kebun.
Sejumlah perusahaan besar yang beroperasi masuk wilayah tersebut di antaranya PT. HSL, PT. HAL, PT. KMB, PT. ADS dan PT. BUM.
Keberadaan perusahaan itu dinilai belum memberi dampak positif terhadap infrastruktur desa, khususnya jalan utama yang menjadi urat nadi masyarakat.
“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk segera menyurati perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Desa Tanjung Jorong agar membantu perbaikan akses jalan,” kata Hendra, Senin 19 Mei 2025.
Politisi Perindo ini menegaskan, selain Bupati, Camat sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah juga harus aktif memanggil pihak-pihak perusahaan.
Tujuannya agar mereka terlibat langsung dalam memperhatikan kondisi desa sekitar, termasuk Tanjung Jorong yang kini sangat membutuhkan bantuan.
“Jika akses jalan terus dibiarkan rusak, masyarakat akan semakin menderita. Mobilitas terganggu, ekonomi mereka lumpuh, bahkan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan pun bisa terdampak,” tegas Dewan Dapil V Kotim ini. (Nardi)












