PULANG PISAU – Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Tandean Indra Bella menegaskan bahwa percepatan pembangunan sanitasi harus dikawal secara serius dan terencana. Hal ini disampaikannya usai menghadiri kick off meeting Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di Aula Dinas PUPR, Kamis 22 Mei 2025.
Menurut Tandean, pembangunan sanitasi tak hanya urusan teknis infrastruktur, tapi juga erat kaitannya dengan komitmen politik anggaran dan pengawasan.
“Kita di DPRD akan memastikan program ini sinkron dengan RPJMD dan memberi dampak nyata, terutama dalam pencegahan stunting,” tegasnya.
Ia mengapresiasi langkah awal yang dilakukan Pemkab Pulang Pisau melalui Bapperida, khususnya dalam menyusun ulang dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK). Menurutnya, SSK adalah dokumen penting agar pembangunan tidak tumpang tindih dan tetap dalam kerangka rencana jangka menengah.
Tandean juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses sosialisasi dan penyuluhan sanitasi.
“Pemerintah tak bisa kerja sendiri. Butuh peran warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan rumah tangga,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia meminta agar pelaksanaan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang direncanakan di Rey 7 dan 8 Desa Mantaren benar-benar melalui kajian matang dan memperhatikan kelayakan lokasi serta kebutuhan masyarakat.
Ketua DPRD itu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal PPSP hingga selesai.
“Kita ingin program ini bukan hanya selesai di atas kertas, tapi benar-benar menjawab masalah mendasar yang dihadapi masyarakat, terutama terkait sanitasi dan stunting,” pungkas Tandean. (ds)












