Menanti Pemimpin Terpilih, Masyarakat Diimbau Jaga Kondusifitas Jelang PSU

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Pj Bupati Mukhlis saat diwawancarai usai penutupan FBIM dan Expo Kalteng 2025 di Stadion Tuah Pahoe .

– Penjabat (Pj) Bupati , Mukhlis, mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah () yang dijadwalkan pada Agustus 2025.

“Masyarakat Kabupaten kami imbau agar selalu menjaga kondusifitas, selalu rukun dan damai,” ujar Mukhlis saat diwawancarai usai penutupan FBIM dan Expo Kalteng di Stadion Tuah Pahoe , Jum'at 23 Mei 2025 malam.

Ia mengatakan, proses untuk menentukan pemimpin daerah saat ini memerlukan tahapan yang cukup panjang, sehingga masyarakat diharapkan tetap bersabar dan menjaga suasana tetap aman dan harmonis.

“Karena kita memerlukan tahapan yang agak panjang dalam ramgka mencari pemimipin kita. Setelah melalui berbagai proses yang ada maka kita harus bersabar, maka InshaAllah akan muncul dan terpilih pemimpin yang diharapkan masyarakat ,” ujarnya.

Mukhlis juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan agar roda pembangunan tetap berjalan sesuai harapan bersama.

“Untuk itu kita, imbau masyarakat agar tetap kondusif menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan agar pembangunan tetap berjalan sesuai dengan harapan,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, PSU harus dilaksanakan menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendiskualifikasi dua pasangan calon bupati dan wakil bupati karena terbukti melakukan uang.

Dalam Putusan Nomor 313/PHPU.BUP-XXIII/2025, MK menyatakan pasangan calon nomor urut 1 Gogo Purman Jaya-Hendro Nakalelo (Gogo-Helo) dan pasangan calon nomor urut 2 Akhmad Gunadi Nadalsyah- Jaya (Agi-Saja) terbukti melakukan pelanggaran dan tidak diperkenankan mengikuti proses pemilihan ulang.

Mahkamah juga memberikan tenggat waktu 90 hari kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melaksanakan putusan tersebut.

(Syauqi)

baca juga ...  Pendaftaran Ditutup, Delapan Nama Berebut Kursi Rektor UPR
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!