PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya telah melakukan berbagai langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2025. Meski masih berada dalam kondisi cuaca kemarau basah, BPBD tetap meningkatkan kesiapsiagaan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan bahwa pihaknya telah menjalankan sejumlah persiapan dan menjalin kolaborasi lintas sektor untuk mencegah terjadinya bencana karhutla.
“Kita dalam mengantisipasi karhutla di tahun 2025 ini sudah melaksanakan mitigasi terkait dengan persiapan-persiapan dan kolaborasi dengan semua stakeholder,” ujarnya, Rabu 28 Mei 2025.
Hendrikus menegaskan, pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, TNI, dan Polri.
“Nah, itu salah satu upaya kita menjalin semua stakeholder, baik dari pemerintah, TNI, Polri, kemudian dunia usaha dan masyarakat. Kita sama-sama mempunyai tanggung jawab terhadap bencana,” katanya.
Terkait potensi karhutla tahun ini, Hendrikus mengungkapkan bahwa pihaknya mengacu pada data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia menyebut kondisi cuaca saat ini masih tergolong kemarau basah, yang disertai hujan secara periodik.
“Dasar kita adalah data dari BMKG. Alhamdulillah, tahun ini kita masih kemarau basah. Jadi di tengah kemarau ada hujan-hujanannya, sehingga memudahkan kita mengantisipasi karhutla yang terjadi di tahun 2025 ini,” jelasnya.
(Syauqi)












