SAMPIT – Operasi pemberantasan aksi premanisme di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus digencarkan. Hingga kini, Polres Kotim mencatat sudah menerima 15 laporan terkait aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi praktik-praktik premanisme di tengah masyarakat.
“Dari data Polres Kotim Kegiatan premanisme kemarin itu yang sudah ada poskonya. Dan itu ada 15 laporan polisi yang sudah kami tindak lanjuti,” kata Resky, Rabu 28 Mei 2025.
Operasi berantas premanisme sendiri merupakan atensi khusus yang dilakukan oleh kepolisian saat ini. Dan meminta masyarakat untuk tidak takut membuat laporan.
“Jika ada permasalahan aksi premanisme untuk tidak takut melapor karena kami sudah menyediakan line nya untuk melapor di 110 atau apabila ada kejadian bisa langsung melapor ke kantor polisi terdekat baik itu polsek maupun polres,” ucapnya.
Kapolres menyebut salah satu aksi premanisme yang baru-baru terjadi adalah ketika Polsek ketapang mengamankan aksi premanisme yang dilakukan oleh J. Dengan kasus pencurian sepeda motor yang telah berhasil diamankan.
“Termasuk kemarin yang sudah ada kita lakukan release, itu juga bagian dari bagaimana kita bisa membedakan permanisme yang ada di wilayah hukum Polres Kotim,” ungkapnya.
(Oktavianto)












