PALANGKA RAYA – Genap 100 hari memimpin Kalimantan Tengah, duet Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo mulai mengevaluasi capaian awal masa jabatan mereka sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Sejumlah program unggulan berhasil direalisasikan, menandai komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Namun, pemerintah provinsi juga secara terbuka mengakui bahwa belum semua target 100 hari tercapai secara maksimal.
Meski demikian, Wakil Gubernur H. Edy Pratowo menegaskan bahwa program 100 hari hanyalah tahap awal.
“Kami menilai sejauh ini sudah ada progres. Program 100 hari itu merupakan target capaian dalam waktu segera, namun bukan menjadi tolok ukur utama. Setelah ini justru kami akan percepat dan kebut kerja-kerja besar lainnya,” ujar Edy saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalteng, Senin, 2 Juni 2025.
Salah satu program yang dinilai berhasil adalah pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang telah tuntas sesuai rencana.
Selain itu, pembangunan ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun juga telah dimulai, meski masih menghadapi berbagai tantangan teknis di lapangan, termasuk penanganan kendaraan angkutan barang berlebih (ODOL).
Edy menambahkan, Gubernur Agustiar Sabran bahkan turun langsung ke lapangan pada malam hari untuk memastikan progres berjalan sesuai target.
Selain fokus pada infrastruktur, pemerintah provinsi juga telah memulai sinkronisasi program daerah dengan visi nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, antara lain melalui dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan lumbung pangan nasional, dan percepatan penanganan stunting.
Upaya lain yang turut digenjot dalam program 100 hari meliputi efisiensi dan sinkronisasi anggaran daerah, penataan struktur organisasi perangkat daerah (OPD), penyusunan program Kartu Huma Betang Sejahtera yang mencakup bantuan pendidikan, kesehatan, pertanian, nelayan, serta stabilisasi harga menjelang hari besar keagamaan.
Peningkatan akses listrik desa dan internet di wilayah pedalaman juga menjadi perhatian, disertai penguatan sistem deteksi dini untuk pengendalian karhutla dan banjir.
“Koordinasi dengan Forkopimda berjalan baik, dan kami satu suara untuk menyelesaikan persoalan-persoalan utama di daerah,” tambah Edy.
Pemerintah Provinsi Kalteng menegaskan bahwa program 100 hari hanyalah bagian awal dari kerja lima tahun ke depan.
Evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan agar pembangunan daerah berjalan sesuai arah Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Sejahtera, serta mendukung visi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
(Sya'ban)












