PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) memperketat pengawasan terhadap distribusi dan harga Elpiji 3 kilogram menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.
Hal ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Disperindag Provinsi Kalteng, Norhani, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin terjadi kelangkaan atau lonjakan harga jelang hari besar keagamaan.
Saat meninjau langsung distribusi Elpiji di Jalan S. Parman, Palangka Raya, Selasa pagi, 3 Juni 2025, Norhani menyampaikan bahwa hingga saat ini pasokan Elpiji 3 kg terpantau aman dan harga masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.
“Untuk Elpiji subsidi 3 kg, sejauh ini masih sesuai dengan HET. Kami ingin pastikan masyarakat mendapatkan gas dengan harga yang wajar dan tidak terjadi penimbunan atau permainan di lapangan,” ujar Norhani.
Menurutnya, pengawasan ini dilakukan bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan, serta melibatkan unsur Forkopimda, agar pengawasan lebih menyeluruh dan tegas.
Pihaknya tidak segan memberikan sanksi kepada agen maupun pengecer yang terbukti menjual di atas HET atau melakukan penimbunan.
“Kami akan tindak tegas apabila ada yang mempermainkan distribusi atau menaikkan harga secara sepihak. Masyarakat juga kami minta untuk melapor jika menemukan ketidakwajaran di lapangan,” tegasnya.
Selain itu, Disperindag juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan Elpiji bersubsidi. Elpiji 3 kg diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro, bukan untuk sektor komersial besar.
“Kalau bukan peruntukannya, jangan digunakan. Kami harap kesadaran semua pihak, termasuk pelaku usaha, agar tidak mengganggu distribusi dan hak masyarakat kecil,” katanya.
Pengawasan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan yang digelar Pemprov Kalteng menjelang Iduladha.
Selain memantau Elpiji, tim juga melakukan inspeksi ke pasar-pasar tradisional seperti Pasar Kahayan dan Pasar Besar untuk memantau harga sembako dan ketersediaan barang.
Pemprov Kalteng berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, termasuk energi rumah tangga seperti Elpiji, agar masyarakat dapat merayakan Iduladha dengan tenang dan tanpa beban.
(Sya'ban)












