Gubernur Kalteng Larang Sekolah Tahan Ijazah, Bebaskan 2.372 Dokumen Siswa

IST/BERITA SAMPIT - Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat foto bersama dengan siswa SMKN 1 Pangkalan Bun, Kabupaten .

– Gubernur (Kalteng), Agustiar Sabran, melarang sekolah menahan ijazah siswa dengan alasan apa pun, termasuk tunggakan biaya. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke SMKN 1 Pangkalan Bun, Kabupaten , Kamis 5 Juni 2025, menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur secara simbolis membebaskan sebanyak 2.372 ijazah siswa yang sebelumnya tertahan sejak tahun 2018 hingga 2023. Aksi ini disaksikan langsung oleh ratusan orang tua siswa, 80 siswa terbaik se-Kabupaten , serta para kepala sekolah dari seluruh yang mengikuti secara virtual.

“Ijazah adalah kunci masa depan anak-anak kita. Sekolah tidak boleh lagi menahannya dengan alasan apa pun, termasuk tunggakan biaya,” tegas Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo.

Selain membebaskan ijazah, kunjungan Gubernur Agustiar juga diisi dengan peninjauan fasilitas pendidikan, dialog dengan guru dan siswa, serta penyaluran bantuan sosial dan keagamaan.

Sebanyak 600 ekor sapi kurban turut disalurkan secara simbolis kepada 14 kabupaten/kota di , termasuk 15 ekor yang merupakan bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Di bidang sosial ekonomi, Gubernur juga meresmikan pasar murah di enam lokasi, salah satunya di SMKN 1 Pangkalan Bun, yang menyediakan lebih dari 5.000 paket sembako bersubsidi seharga Rp15.000 per paket. Setiap paket berisi beras, minyak goreng, dan gula.

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi yang menyiapkan siswa untuk dunia kerja, kewirausahaan, serta adaptasi terhadap teknologi digital. Ia juga menyoroti peran strategis guru sebagai agen perubahan.

“Para guru hendaknya menjadi teladan sekaligus agen perubahan di lingkungan sekolah, senantiasa membimbing para siswa agar menjauhi narkoba dan pergaulan bebas, serta mendorong mereka untuk terus mempersiapkan diri secara optimal menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

baca juga ...  Bupati Barito Utara Shalahuddin Janjikan Percepatan Pembangunan Infrastruktur hingga Pendidikan dalam 100 Hari Kerja

Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan, mengalokasikan anggaran sebesar Rp51 miliar untuk program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) tahun 2025. Salah satu program unggulannya adalah pengadaan papan tulis interaktif untuk seluruh kelas SMA, SMK, dan SKH se-.

“Ini bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang modern dan menyenangkan bagi siswa,” tambah Reza.

Langkah-langkah progresif yang dilakukan Gubernur Agustiar Sabran mendapat sambutan positif dari masyarakat dan dinilai sebagai bukti nyata bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Sejahtera.

(Syauqi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!