SUKAMARA – Bupati Sukamara Masduki mengikuti tradisi betawakan atau perang air dalam rangka memeriahkan Hari Raya Iduladha 1446 hijriah.
Menyusuri Sungai Jelai, Masduki yang didampingi Ketua DPRD Sukamara, Ahamd Darsoni, Wakil Bupati Sukamara, Nur Effendi dan Kapolres Sukamara AKBP Abdian Berkat Ndraha melihat perang air yang dilakukan pemuda pemudi melalui perahu dan kelotok disepanjang Sungai Jelai.
Tradisi ini menjadi tontonan menarik yang selalu dinanti masyarakat saat lebaran tiba. Masduki mengatakan bahwa Pemkab Sukamara akan berupaya untuk lebih meningkatkan kegiatan tersebut agar menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk berkunjung ke Sukamara.
“Selama tiga hari tradisi betawakan ini dilaksanakan, dan tradisi ini sudah lama berkembang di Kabupaten Sukamara dan kedepan akan kita tingkatkan lagi,” jelas Masduki, Sabtu 7 Juni 2025.
Masduki juga menerangkan bahwa dirinya sempat berunding dengan Ketua DPRD Sukamara, Wakil Bupati Sukamara dan Kapolres Sukamara terkait upaya untuk meningkatkan potensi tradisi betawakan menjadi lebih dikenal masyarakat diluar Sukamara.
“Kami tadi sempat berunding terkait untuk meningkatkan lagi animo masyarakat untuk meramaikan acara ini, mungkin nanti akan dikemas dengan lomba lain seperti perahu hias atau dayung,” ucap Masduki.
Sementara itu terkait sampah plastik yang akan bertebaran di Sungai Jelai pasca tradisi betawakan ini, Masduki menegaskan bahwa pihaknya melakukan dinas terkait akan melakukan pembersihan, sehingga tidak ada lagi sampah plastik yang mencemari sungai setelah perang air.
“Untuk sampah plastik ini, nanti kami akan adakan tim untuk melaksanakan pembersihan Setelah kegiatan selesai, nanti tim akan menyisir sampah plastik sehingga tidak menggangu dan mencemari sungai,” tukas Masduki. (enn)












