Kades Mengamuk Saat Pesta , Tiga Warga Tumbang Jala Jadi Korban Sabetan Mandau

IST/BERITASAMPIT - Korban yang mengalami luka sabetan di tangannya.

KASONGAN – Suasana meriah pesta di Tumbang Jala mendadak berubah menjadi kepanikan massal, Jumat malam, 6 Juni 2025. Kepala Tumbang Jala, Pasihan alias Bapa Lala, diduga mengamuk dan menyerang warga dengan senjata tajam jenis mandau. Akibat insiden mengejutkan itu, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Kapolres AKBP Chandra Ismawanto, melalui Kapolsek Sanaman Mantikei Iptu Suwardi, membenarkan adanya insiden kekerasan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari para korban dan sedang melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus ini.

“Pelapor atas nama Edi Bin Bangas, petugas Linmas Tumbang Jala, mengaku diserang setelah pelaku naik ke panggung dan menyampaikan ujaran yang dinilai menyinggung tugas Linmas di depan umum,” ungkap Iptu Suwardi, Sabtu, 7 Juni 2025.

Ucapan pelaku yang menyebut “jangan hanya menerima gaji buta” memicu Edi untuk mendatangi pelaku dan mempertanyakan maksudnya. Namun respons pelaku justru menantang dan menyulut ketegangan.

Tak lama setelah turun dari panggung dan menuju rumah, pelaku kembali dengan membawa mandau dan langsung mengayunkan senjata tajam tersebut secara membabi buta ke arah kerumunan warga.

Diketahui Korban pertama, Yanti Bin Pael (44), seorang petani yang sedang berada di lokasi, terkena sabetan senjata. Disusul korban kedua, Sitisara Bin Kala (43), buruh harian lepas yang juga menderita luka. Pelaku kemudian menyerang pelapor Edi, yang terkena luka di bahu belakang sebelah kiri dan bagian bibir atas serta bawah.

“Korban sempat melakukan perlawanan dan menjatuhkan pelaku untuk menghentikan aksinya. Ketiga korban mengalami luka dan telah melaporkan kejadian ini kepada Polsek Sanaman Mantikei,” tambah Kapolsek.

Dalam laporan yang diterima polisi, dua saksi bernama Singkang Bin Pating dan Elie Bin Damek juga turut memberikan keterangan atas insiden tersebut. Kedua saksi mengonfirmasi bahwa pelaku membawa mandau dan menyerang tanpa alasan jelas.

baca juga ...  Gagal Berkali-kali, Proyek Pasar di Kotim Jadi Sorotan: "Dari Awal Sudah Bermasalah!"

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan dan telah mengamankan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan dari para korban dan saksi. Pelaku yang merupakan kepala aktif tersebut terancam dijerat dengan pasal berlapis atas dugaan tindak penganiayaan berat.

“Kami menjamin proses berjalan secara profesional dan transparan. Kasus ini mendapat atensi serius karena melibatkan pemimpin ,” tegas Iptu Suwardi.

Warga Tumbang Jala berharap agar proses terhadap pelaku dapat berjalan adil demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan .

(Maulana Kawit)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!