RS Doris Sylvanus Kewalahan Layani 1.000 Pasien per Hari, Pembenahan Sistem Jadi Prioritas

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus, Kota .

– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus menghadapi tantangan besar sebagai rumah sakit rujukan utama se- (Kalteng).

Dengan jumlah kunjungan mencapai 1.000 pasien per hari, rumah sakit ini mengalami tekanan besar dalam hal kapasitas layanan, penyediaan obat, hingga manajemen ruang perawatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Doris Sylvanus, Suyuti Syamsul, mengungkapkan bahwa tingginya beban pelayanan menjadi salah satu faktor utama terganggunya kelancaran layanan kepada masyarakat.

“Kalau rumah sakit swasta mungkin melayani 100 pasien per hari, kami bisa mencapai 1.000. Antrian panjang tidak terhindarkan. Selain itu, jenis layanan kami jauh lebih kompleks karena harus memisahkan pasien berdasarkan jenis penyakit,” ujarnya dalam keterangan kepada media, Selasa malam, 10 Juni 2025.

Suyuti mencontohkan kondisi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang kerap mengalami penumpukan pasien. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan ruang isolasi untuk penyakit menular, sehingga pasien harus menunggu lama untuk bisa masuk ke bangsal yang sesuai.

“Kalau di IGD ada pasien dengan infeksi, tidak bisa kami tempatkan di ruangan non-infeksi. Tapi sering kali ruang infeksi penuh. Jadi harus menunggu ada yang keluar dulu, baru bisa masuk,” jelasnya.

Selain tantangan kapasitas, RS Doris Sylvanus juga tengah berjuang menyelesaikan utang yang sempat membengkak hingga Rp120 miliar. Namun, Suyuti menegaskan bahwa rumah sakit tetap beroperasi dan memprioritaskan layanan krusial.

“Kami tetap melayani dengan keterbatasan. Obat yang menyelamatkan nyawa harus tersedia, begitu juga obat esensial. Tapi obat yang tidak mendesak, kami tunda dulu,” katanya.

Dari total utang Rp 120 miliar, sebanyak Rp 73 miliar telah dibayar menggunakan pendapatan rumah sakit sendiri, tanpa bantuan APBD. Sisa utang sekitar Rp 47 miliar ditargetkan lunas pada akhir tahun 2025.

baca juga ...  TP PKK Palangka Raya Siap Kawal Transformasi Posyandu sebagai Simpul Layanan Publik Lintas Sektor

“Kami tidak boleh memakai dana APBD untuk bayar utang BLUD. Jadi semua kami bayar dari pendapatan rumah sakit,” ujarnya.

Untuk mengurangi tekanan terhadap RSUD Doris Sylvanus, melalui Dinas tengah mendorong penguatan layanan rumah sakit daerah. Tujuannya, agar tidak semua pasien dari kabupaten/kota harus dirujuk ke .

“Contoh konkret, untuk periksa CT Scan di sini bisa antre dua bulan. Kenapa? Karena sehari paling bisa empat pasien. Kalau dipaksa lebih, alatnya bisa rusak. Ini bukti bahwa kita butuh rumah sakit regional yang bisa menangani sebagian kasus,” jelas Suyuti.

Dia menegaskan bahwa Gubernur Kalteng juga terus mendorong pembenahan layanan rumah sakit, baik dari sisi utang, kapasitas, maupun manajemen layanan.

“Pak Gubernur mendorong pembenahan total. Sekarang sudah mulai terasa bedanya, karena penyebab-penyebab layanan terganggu itu satu per satu kami benahi,” tutup Suyuti.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!