PULANG PISAU – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pulang Pisau, Widi Harsono, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menciptakan tenaga kerja yang benar-benar siap terjun ke dunia industri. Ia menyebutkan bahwa mayoritas angkatan kerja di daerah masih belum memiliki keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh pasar kerja saat ini.
“Kita bukan hanya bicara soal menciptakan lapangan kerja, tapi juga menyiapkan SDM yang mampu mengisi lapangan itu dengan baik,” ujarnya Widi, Minggu 15 Juni 2025.
Dinasnya kini berfokus pada pelatihan vokasi berbasis kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), mulai dari tata boga, mekanik otomotif, hingga digital marketing. Ia mengakui bahwa ke depan, daya saing tenaga kerja lokal harus ditingkatkan jika tidak ingin tergilas oleh kemajuan teknologi dan persaingan regional.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan perusahaan besar swasta (PBS) di Pulang Pisau terus ditingkatkan, baik untuk program pemagangan, rekrutmen tenaga kerja lokal, maupun peluang pengembangan keterampilan melalui CSR.
“Kami ingin tenaga kerja kita tidak hanya jadi penonton, tapi pelaku utama di daerahnya sendiri. Itu misi jangka panjang kami,” jelasnya.
Ia berharap para peserta pelatihan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan mampu menjadikan keterampilan yang diperoleh sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi. “Kalau sudah punya skill, peluang pasti terbuka. Tinggal kemauan dan keberanian untuk melangkah,” tutupnya. (ds)












