PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan pemandangan umum atas pidato pengantar Gubernur Kalteng mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalteng Tahun 2025-2029.
Pandangan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-11 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025, yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalteng, Senin siang, 16 Juni 2025.
Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra, Sutik, mengapresiasi Gubernur Kalteng atas penyampaian pidato pengantar terhadap Raperda RPJMD yang menjadi pijakan awal dalam proses pembahasan dokumen pembangunan lima tahunan tersebut.
“RPJMD merupakan instrumen penting dalam sistem perencanaan pembangunan daerah yang menjabarkan visi, misi, arah kebijakan, serta sasaran pembangunan,” ucap Sutik.
“Visi ‘Kalimantan Tengah Tangguh 2045: Bermartabat, Berkah, Maju, dan Berkelanjutan' mencerminkan orientasi kemajuan daerah yang inklusif dan berwawasan lingkungan,” tambahnya.
Fraksi Gerindra menilai bahwa arah kebijakan yang tertuang dalam RPJMD telah memuat isu-isu strategis yang aktual, seperti penguatan kualitas sumber daya manusia, ketahanan ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur dasar, serta pelayanan publik yang merata.
Namun, Sutik mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan RPJMD akan sangat bergantung pada keterpaduannya dengan dokumen perencanaan lain.
“Fraksi Gerindra menekankan agar RPJMD Kalteng 2025-2029 diintegrasikan secara konsisten dengan dokumen perencanaan pembangunan lainnya seperti RKPD dan Renstra perangkat daerah, sesuai amanat UU No. 25 Tahun 2004 dan Permendagri No. 86 Tahun 2017,” katanya.
Tak hanya itu, Fraksi Gerindra juga mendorong agar target-target pembangunan dalam RPJMD disusun secara realistis dan terukur, agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif sesuai kapasitas fiskal dan kemampuan daerah.
Dalam pandangannya, Fraksi Gerindra juga menggarisbawahi pentingnya keberpihakan RPJMD terhadap kelompok rentan dan wilayah tertinggal.
Pemerataan pembangunan dinilai harus menjadi prioritas nyata melalui peningkatan akses terhadap infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, serta peluang ekonomi.
“Isu strategis seperti penanggulangan stunting, transformasi digital, perlindungan lingkungan hidup, dan penguatan ekonomi lokal juga harus menjadi perhatian utama dalam implementasi RPJMD lima tahun ke depan,” tegas Sutik.
(Sya'ban)












