KUALA KURUN – Kabupaten Gunung Mas kembali menjadi tuan rumah ajang bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region IV Kalimantan Putaran 2 Tahun 2025. Kegiatan yang digelar di Sirkuit Antang Sakti, Kecamatan Kurun, Minggu 15 Juni 2025 ini berhasil menarik perhatian ratusan rider dari berbagai daerah di Kalimantan hingga Pulau Jawa.
Pembukaan Kejurnas ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, didampingi Wakil Bupati Efrensia L.P. Umbing, unsur Forkopimda, panitia pelaksana, serta para pecinta otomotif.
Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong menegaskan bahwa grasstrack bukan sekadar adu nyali dan keterampilan, tetapi juga sarana strategis dalam mempromosikan potensi pariwisata dan mempererat solidaritas komunitas otomotif.
“Gessstrek ini bukan hanya ajang balapan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengenalkan keindahan alam Gunung Mas dan membangun semangat kebersamaan,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia berharap ajang ini dapat menjadi momentum lahirnya pembalap-pembalap berbakat asal Gunung Mas yang siap bersaing di tingkat nasional.
“Kita ingin mencetak atlet-atlet balap motor lokal yang mampu tampil di even besar dan mengharumkan nama daerah,” bebernya.
Ketua IMI Kabupaten Gunung Mas, Evandi, mengungkapkan bahwa, Kejurnas Grasstrack telah menjadi agenda tahunan yang konsisten dilaksanakan sejak tahun 2023, tahun ini Gunung Mas dipercaya menggelar Region Kalimantan II.
“Olahraga otomotif memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kami berkomitmen membina generasi muda yang memiliki minat di bidang ini,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pembalap lokal yang berhasil meraih prestasi dalam kejuaraan ini akan dibina lebih lanjut untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Pangkalan Bun tahun depan.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Hermanto, menjelaskan bahwa Kejurnas Grasstrack Putaran 2 ini diikuti 172 starter pada 20 yang diperlombakan dengan peserta sejumlah 68 raider.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi, mempercepat pembangunan, dan mempromosikan sektor pariwisata Gunung Mas,” kata Hermanto. (ale)












