PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mengalokasikan anggaran sebesar Rp600 miliar guna mendukung transformasi digital di sektor pendidikan.
Dana tersebut diprioritaskan untuk pengadaan papan tulis digital interaktif bagi jenjang pendidikan menengah dan khusus, mencakup SMA, SMK, dan SKH di seluruh wilayah Kalteng.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalteng dari Fraksi Partai Gerinda, Sugiarto, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah progresif yang selaras dengan perkembangan zaman.
Ia menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan merupakan kebutuhan mendesak dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
“Digitalisasi pendidikan adalah keniscayaan. Kami mendukung penuh kebijakan ini sebagai bagian dari modernisasi pendidikan di daerah,” ujar Sugiarto di Palangka Raya, Selasa, 17 Juni 2025.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya memastikan kesiapan tenaga pendidik agar teknologi yang dihadirkan tidak menjadi barang mati.
Menurutnya, keberhasilan program akan bergantung pada kemampuan guru dalam mengoperasikan dan memanfaatkan perangkat digital secara maksimal.
“Fasilitas yang canggih tidak akan banyak berarti tanpa pendampingan dan pelatihan yang memadai bagi guru. Itu harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Sugiarto juga menyinggung soal keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah pedalaman yang masih menjadi kendala besar dalam pemerataan digitalisasi pendidikan.
Ia mendorong pemerintah untuk mempercepat penyediaan jaringan, termasuk melalui teknologi satelit.
“Kita tahu di beberapa wilayah masih blank spot. Pemerintah perlu hadir dengan solusi konkret, misalnya melalui Starlink atau teknologi serupa, agar transformasi digital bisa benar-benar merata,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa program digitalisasi harus dibarengi dengan pembaruan kurikulum dan pendekatan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Ia mendorong Dinas Pendidikan turun langsung ke lapangan untuk memastikan implementasi program tidak hanya terpusat di perkotaan.
“Jangan sampai sekolah-sekolah di pelosok tertinggal. Dinas harus aktif mengawal pelaksanaan di lapangan agar semua sekolah bisa bergerak bersama menuju pendidikan berbasis digital,” kata Sugiarto.
(Sya'ban)












