PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Agie, menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam membangkitkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan di daerah.
Menurutnya, jika pengembangan UMKM dijalankan secara serius dan berkelanjutan, maka akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dengan modal terbatas.
“UMKM itu kan usaha mikro. Kalau UMKM ini bisa berjalan dengan baik di Kalteng, pengusaha-pengusaha kecil bisa terakomodasi. Saya yakin, kalau mereka bisa jalan, ekonomi masyarakat juga akan bagus,” ujar Agie, saat ditemui Berita Sampit, Selasa, 17 Juni 2025.
Ia menjelaskan, UMKM umumnya mencakup pengusaha dengan usaha bermodal antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.
Jumlah pelakunya di Bumi Tambun Bungai diyakini mencapai ribuan, sehingga menjadi potensi besar yang perlu dibina dan difasilitasi secara konkret oleh pemerintah.
“Kalau Pemprov bisa membangkitkan UMKM ini, saya yakin masyarakat Kalteng bisa lebih maju,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agie menekankan perlunya dukungan permodalan dari pemerintah tanpa skema pinjaman yang memberatkan.
Menurutnya, pelaku UMKM seharusnya mendapat bantuan modal tanpa jaminan, disertai pendampingan dalam hal pemasaran produk.
DPRD Kalteng melalui Komisi II menyatakan akan terus mendorong Pemerintah Provinsi agar memberikan perhatian khusus terhadap program pemberdayaan UMKM, baik dalam bentuk anggaran maupun kebijakan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan.
“Pemerintah harus andil. UMKM yang tidak mampu perlu dibantu dari segi permodalan tanpa jaminan. Jangan disuruh pinjam modal, tapi dibantu modalnya, dibantu juga pemasarannya. Saya yakin, kalau ini dijalankan, Kalteng akan jauh lebih baik ke depannya,” ujarnya.
(Sya'ban)












