PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menggenjot pajak kendaraan bermotor dan Bahan Bakar Minyak (BBM), agar tidak bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalteng, Anang Dirjo saat diwawancarai belum lama ini.
“Baik sektor pajak kendaraan bermotor dan sektor BBM yang memang besar sekali yang menjadi primadona untuk kita sebagai pendapatan penunjang terbesar bagi PAD,” katanya.
Langkah ini diambil lantaran APBD Kalteng 2024 mengalami defisit sebesar Rp796,24 miliar atau 80,18 persen. Defisit tersebut terjadi karena tidak optimalnya PAD serta adanya dana transfer dari pusat yang tidak disalurkan.
“Adanya defisit anggaran kita tahun 2024 karena (dana) transfer pusat yang tidak disalurkan itu penyebabnya,” ujarnya.
Anang Dirjo oun tidak mengetahui mengapa dana tranfer pusat tersebut tidak disalurkan ke pemerintah provinsi. “Nah ini kurang tahu kita, ini dari pusat,” ungkapnya.
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat, pihaknya berkomitmen mengoptimalkan penerimaan dari sektor PAD.
“Ya kita berusaha supaya tidak ketergantungan, kita coba meningkatkan optimalisasi pendapatan daerah yang memang belum optimal,” pungkasnya.
(Syauqi)












