NasDem Soroti Rendahnya Realisasi PAD , Usulkan Sanksi dan Reward untuk OPD

MUHAMMAD SALEH/BERITASAMPIT - Juru Bicara Fraksi Partai Nasdem, Doni Saputra.

KUALA KURUN – Fraksi Partai NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten menyoroti rendahnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Tahun Anggaran 2024.

Juru bicaraFraksiNasDem, Doni Saputra,  menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai belum maksimal dalam mendorong pendapatan daerah.

“Setiap tahun, realisasi PAD kita selalu tidak mencapai target. Ini tentu menjadi perhatian serius. Kami mengusulkan agar diberikan sanksi tegas kepada OPD yang tidak mampu memenuhi target PAD-nya, dan sebaliknya, diberikan reward atau penghargaan kepada OPD yang berhasil mencapai bahkan melebihi target tersebut,” ujar Doni saat menyampaikan pandangan umum fraksi.

Berdasarkan data yang disampaikan, target PAD Kabupaten pada Tahun Anggaran 2024 ditetapkan sebesar Rp85.122.422.903. Namun hingga akhir tahun, realisasi hanya mencapai Rp58.708.141.584,94, atau sekitar 68,57 persen dari target yang ditetapkan.

“Angka ini jelas menunjukkan bahwa upaya kita dalam menggali potensi PAD belum maksimal. Padahal PAD merupakan sumber utama pembiayaan pembangunan daerah yang mandiri tanpa terlalu bergantung pada pusat,” tegas Doni.

NasDem mendorong agar evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap sektor-sektor penyumbang PAD, termasuk perbaikan sistem dan peningkatan pengawasan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di tiap OPD.

“Kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada dana transfer dari pusat. Pemerintah daerah harus lebih inovatif dan responsif dalam menggali potensi lokal, terutama sektor-sektor strategis seperti perkebunan, pariwisata, dan retribusi jasa,” pungkasnya.

Fraksi NasDem berharap langkah ini menjadi momentum perbaikan tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil demi kemajuan Kabupaten . (ale)

baca juga ...  DPRD Sorot Terkait Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba di Gunung Mas
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!