Pembangun Monumen Patung Prof. Dr. Birute Mary Galdikas-Almarhum Bohap Dipertanyakan Masyarakat Kobar

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi Desaian Patung yang telah disetujui Prof. Dr. Birute Mary Galdikas.

Oleh : Maman Wiharja (Wartawan Senior di Kalteng)

Prof. Dr. Birute Mary Galdikas, satu-satunya wanita di peneliti kehidupan dan pelestari Orangutan di dunia yang nyaris punah. Setelah bekerja keras melakukan penelitian selama 54 tahun (1971-2025), orangutan telah hidup lestari di koloninya di hutan Tanjung Putting Kumai, Kabupaten Barat (Kobar) (Kalteng).

Kini Ibu Birute Mary Galdikas sudah berusia senja 79 tahun, tapi masih aktif dan peduli terhadap orangutan.

Pengamatan penulis, sudah saatnya Pemkab Kobar maupun , untuk memberikan penghargaan dengan mendirikan Monumen Patung Ibu Birute yang didampingi Almarhum Suaminya Bapak Bohap bin Jalan, salah seorang warga Dayak Pasir Panjang, yang sangat berjasa membantu Birute selama penelitian Orangutan di Tanjung Puting.

Menurut penulis, mendirikan monumen patung Ibu Birute Mary Galdikas di Kabupaten Barat dapat menjadi sebuah penghormatan yang layak bagi peneliti dan pelestari orangutan yang telah berjasa besar dalam melestarikan spesies ini, sehingga nama Kabupaten Barat (Kobar) khususnya dan Provinsi Kalteng pada umumnya, telah terkenal ke manca negara.

Kabupaten Kobar saat di Jabat Pj Bupati Budi Santosa, telah menyetujui pembangunan patung tersebut dan siap menganggarkan untuk membangun monumen tersebut. Alasannya, membuktikan kepada dunia karena di dunia baru pertama kali monumen patung Ibu Birute dibangun di Kabupaten Kobar (Kota Pangkalan Bun).

Ilustrasi penulis, yang namanya piagam penghargaan dan tanda jasa dari berbagai kalangan di dunia seperti dari  Kerajaan, Presiden, Universitas, Group Peneliti Satwa Dunia, dan sebagainya, sudah banyak diterima oleh Ibu Birute, dan disimpan rapi ditempat khusus. Artinya, Ibu Birute telah mendapat Pengakuan . Ia telah menerima pengakuan atas kontribusinya dalam bidang primatologi dan konservasi, termasuk penghargaan dan penghormatan dari berbagai organisasi dan lembaga.

baca juga ...  Perumdam Tirta Arut Kembali Raih Penghargaan Top BUMD Award 2025: Berkat Dedikasi Seluruh Karyawan dan Dukungan Semua Pihak

Namun sayang, rencana Pemkab Kobar siap membangun patung gagal dikarenakan Pemkab menerima surat dari Dirjen KSDAE Kementerian Kehutanan RI, yang isi suratnya antara lain Pemkab Kobar dilarang membangun monumen patung Ibu Birute dan almarhum suaminya. Menurut penulis alasan Dirjen KSDE melarang , tidak berdasar kepada kearifan lokal Kabupaten Kobar.

Setelah Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran dilantik, Ibu Birute dari Amerika, melaporkan kepada penulis bahwa Menteri Kehutanan RI telah mengijinkan Pemkab Kobar untuk membangun monumen tersebut.

Sementara Pj Bupati Kobar Budi Santosa, disaat menjelang habis jabatannya yang diwanai kesibukan Serentak 2024 dan jelang pergantian Bupati, kepada penulis sempat mengatakan bahwa rencana Pemkab Kobar membangun patung ditangguhkan.

“Lebih baik Pak Maman nanti buat lagi profosalnya, kemudian diajukan lagi kepada Bupati Kobar yang definitip,“ kata Budi Santosa.

Terpisah, pada Minggu sore  6 Juli 2025 , Wakil Bupati Kobar Suyanto saat dikonfirmasi penulis  mengatakan, untuk mengklarifikasi dengan Sekda Kobar.

Semoga saja, informasi Pemda Kobar siap membangun Monumen Patung Ibu Birute yang telah ditayang sejumlah media online, kemudian banyak dipertanyakan masyarakat semoga kembali mendapat perhatian dari Bupati Kobar  H. Nurhidayah.(*)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!