Wabup Dorong Kepala Sekolah Jadi Motor Penggerak Pendidikan Inklusif

MUHAMMAD SALEH/BERITASAMPIT - Wakil Bupati ,  Efrensia L.P Umbing saat memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Manajemen Sekolah Inklusi bagi Kepala Sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten .

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten terus mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Workshop Manajemen Sekolah Inklusi yang digelar bagi kepala sekolah tingkat TK, SD, dan SMP se-Kabupaten , Senin 7 Juli 2025.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati , Efrensia L.P Umbing, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang menerima dan menghargai keberagaman peserta didik.

“Saya berharap kegiatan ini mampu memperluas wawasan kepala sekolah, tidak hanya memahami secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip pendidikan inklusi di sekolah masing-masing,” ujar Efrensia di hadapan peserta workshop.

Menurutnya, pendidikan inklusif bukan hanya sebuah kebijakan, melainkan cerminan dari nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan. Setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak untuk belajar dan berkembang dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif.

“Sekolah inklusi adalah wujud nyata bahwa kita menjunjung tinggi kesetaraan. Anak-anak dengan kebutuhan khusus harus diberikan ruang yang sama untuk tumbuh dan belajar,” tegasnya.

Pada kesempatam ini dia, berharap krpala sekolah dapat mendalami kembali prinsip dasar pendidikan inklusi agar tidak hanya menjalankan kewajiban administratif, tetapi benar-benar memahami dan menghayati maknanya.

Selain itu, guru diminta  untuk terus melakukan  peningkatan kompetensi manajerial yang efektif, termasuk pengembangan kurikulum adaptif, pengelolaan tenaga pendidik, serta penyediaan fasilitas ramah anak dan disabilitas.

“Saya berharap agar dapat membangun budaya sekolah yang menghargai perbedaan dan mendukung partisipasi aktif seluruh siswa, serta menjalin kerja sama dengan orang tua dan masyarakat,”bebernya.

Workshop ini merupakan bagian dari strategi Pemkab dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mewujudkan sistem pendidikan yang ramah terhadap semua golongan.

baca juga ...  Pemkab Gunung Mas bersama PLN Dorong Kerja Sama Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Selain itu, dia berharap Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Kabupaten untuk terus melakukan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan guna memperkuat kapasitas kepala sekolah dan tenaga pendidik dalam mewujudkan sekolah inklusif yang sesungguhnya.

“Dengan penyelenggaraan workshop ini, saya berharap akan lahir lebih banyak sekolah yang mampu menjadi contoh dalam penerapan pendidikan inklusif. (ale)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!