Reses Perorangan, Purdiono Tampung Aspirasi Warga Lalap tekait Krisis Air Bersih-Layanan

IST/BERITASAMPIT - Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono.

– Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, melaksanakan kegiatan reses perorangan di Lalap, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten . Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan mendesak yang selama ini mereka alami, mulai dari krisis air bersih, kekurangan tenaga , hingga belum adanya fasilitas internet di mereka.

Krisis air bersih menjadi perhatian utama masyarakat. Warga mengaku kesulitan mendapatkan air layak konsumsi, terutama saat musim kemarau.

“Kami sangat kesulitan air bersih, apalagi kalau musim kemarau. Sumur banyak yang kering, dan tidak semua warga punya akses ke air bersih,” ucap seorang warga kepada Purdiono.

Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan minimnya petugas di . Menurut mereka, pelayanan masih sangat terbatas.

“Kalau ada warga yang sakit, kami harus ke puskesmas yang letaknya cukup jauh. Di ini belum ada petugas medis tetap,”tambahnya.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah belum tersedianya fasilitas internet di Lalap. Di tengah era digital, warga merasa tertinggal karena sulit mengakses informasi dan layanan berbasis online, terutama bagi pelajar dan pelaku UMKM lokal.

“Anak-anak sekolah kesulitan belajar daring, dan kami juga tidak bisa memanfaatkan internet untuk usaha atau informasi,” keluh warga lainnya.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Purdiono menyatakan bahwa dirinya akan membawa semua aspirasi warga ke rapat DPRD Provinsi untuk ditindaklanjuti oleh dinas dan instansi terkait.

“Masalah air bersih, , dan akses internet ini adalah kebutuhan dasar masyarakat. Saya akan perjuangkan di tingkat provinsi agar ada perhatian serius, khususnya untuk di daerah pelosok seperti Lalap,” lanjut Purdiono, Selasa  08 Juli 2025.

baca juga ...  Anggota DPRD Kalteng Minta Pemerintah Tingkatkan Layanan Kesehatan di Wilayah Pedesaan

Penting bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan agar tidak terjadi kesenjangan pelayanan publik antara dan kota.

“Harapan mereka, berkeinginan agar mampu menjembatani komunikasi langsung antara masyarakat dan lembaga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga ,” ungkapnya. (yud) 

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!