PANGKALAN BUN – Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peran strategis Koperasi desa/kelurahan Merah Putih. Koperasi itu kedepannya sebagai motor penggerak ekonomi desa. Hal ini disampaikannya usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kobar, Rabu 9 Juli 2025.
Suyanto pun menegaskan bahwa koperasi ini bukanlah lembaga penyalur dana bantuan, melainkan lembaga usaha berbasis pinjaman produktif yang harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan
“Ada terdapat 13 jenis usaha yang menjadi potensi koperasi merah putih, namun tidak semuanya akan dijalankan, hanya usaha-usaha yang relevan dan berbasis pada potensi unggulan masing-masing desa yang akan diprioritaskan, dengan demikian, koperasi dapat tumbuh secara alami sesuai kebutuhan dan kekuatan sumber daya di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Suyanto juga menekankan, bahwa koperasi ini akan beroperasi setelah secara resmi berbadan hukum, dan untuk Kotawaringin Barat, pendaftaran sebagai koperasi berbadan hukum sudah 100 persen, tinggal menunggu kesiapan operasional di lapangan.
Menurut Suyanto, aspek pengelolaan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi perhatian utama dalam pendirian koperasi agar tata kelola berjalan baik. Hal penting lain yang harus diperhatikan dalam pengembangan koperasi adalah akulturasi sistem pengelolaan sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi, termasuk penunjukan pengurus dan manajemen internal yang transparan dan akuntabel.
Ia meyakini bahwa koperasi yang dikelola secara profesional akan mampu menjadi sokoguru ekonomi rakyat sebagaimana amanat UUD 1945. Koperasi Merah Putih ini juga dirancang agar anggotanya berasal dari satu desa yang sama. Dengan demikian, setiap kegiatan usaha akan langsung menyasar kepentingan dan kebutuhan warga setempat. Kolaborasi antar desa tetap dimungkinkan dalam bentuk rantai usaha, seperti produksi dilakukan di satu desa dan pengolahan di desa lainnya, sehingga menambah nilai ekonomi secara menyeluruh.
Di akhir keterangannya, Wabup Suyanto menyatakan harapannya agar koperasi-koperasi yang selama ini pasif atau ‘tidur' dan bisa kembali aktif serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Semoga Koperasi Merah Putih ini menjadi model pembinaan yang mampu membangkitkan kembali semangat ekonomi kerakyatan, sekaligus menjadi kekuatan ekonomi baru di desa–desa,” tutupnya optimis. (man)












