Coffee Morning! Kepala KSOP Sampit: Peningkatan Pelayanan dan Membangun Masa Depan Transportasi

IST/BERITASAMPIT - Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian saat mengikuti acara Coffee Morning bersama stakeholder terkait.

SAMPIT – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit melaksanakan Cofee Morning dan Peningkatan Pelayanan Operasional Kepelabuhanan bersama stakeholder terkait Rabu 9 Juli 2025.

Kantor KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian dalam kesempatan itu menyampaikan tujuan utama dari pertemuan itu adalah panggilan hati untuk bersama-sama meningkatkan Pelayanan dan membangun masa depan transportasi yang lebih baik bagi Pelabuhan dan Masyarakat yang dilayani.

“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi bersama untuk meningkatkan kinerja Pelabuhan, memperkuat keamanan maritim, dan memberikan pelayanan unggul kepada seluruh stakeholder,” katanya.

Dalam penyampaiannya juga, Hotman mengatakan bahwa bersama-sama harus memahami tantangan yang dihadapi dan tidak dapat diatasi sendirian.

“Oleh karena ini, mari kita satukan tekad, visi, dan Upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang humanis, harmonis dan kondusif,” ucapnya.

Ia juga mengajak semuanya untuk meningkatkan kolaborasi dan terus bersama-sama bersinergi dalam meningkatkan integritas serta bekerja dengan hati.

Dengan bersinergi antara CIOQ, Para Asosiasi dan Stakeholder terkait, maka akan dapat menggabungkan kekuatan untuk mencapai tujuan dan hasil yang besar daripada yang dicapai secara individu.

“Percaya bahwa dengan sinergi dan kolaborasi serta semangat pelayanan yang tulus dan kesadaran akan tanggung jawab kita bersama sebagai insan maritim, maka kita akan dapat meraih prestasi yang gemilang dan memberikan dampak positif bagi kemajuan sektor transportasi laut,” tegasnya

Coffee Morning KSOP Sampit Momen Strategis Menyatukan Semangat Hingga Bertukar Pikiran

Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian mengatakan kegiatan coffee morning ini telah menjadi tradisi positif di lingkungan kerja KSOP Sampit.

Menurutnya bukan hanya sekadar pertemuan informal sambil menikmati secangkir kopi atau teh, melainkan momen strategis untuk menyatukan semangat, bertukar pikiran, menyampaikan aturan baru dari setiap instansi, mendiskusikan isu-isu aktual yang berkaitan langsung dengan tugas pokok dan fungsi masing- masing, khususnya dalam upaya meningkatkan pelayanan operasional kepelabuhanan yang efektif, efisien, dan responsif terhadap dinamika dunia maritim saat ini.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, pelayanan CIQP di pelabuhan merupakan garda terdepan dari citra Pelabuhan di suatu wilayah Pelabuhan, dan lebih spesifik lagi, merupakan cerminan dari integritas serta profesionalitas Pelabuhan tersebut,” katanya.

Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan tidak bisa dipandang sebagai tugas individu semata, tetapi harus menjadi gerakan kolektif yang dilandasi oleh kolaborasi lintas sektor untuk mencapai tujuan kita bersama.

baca juga ...  KSOP KELAS III Sampit Torehkan Capaian Kinerja Gemilang Sepanjang Tahun 2025

“Kami di KSOP Kelas III Sampit berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan, baik dari sisi pelayanan, pengawasan, maupun pembinaan. Transformasi menuju pelayanan yang cepat, transparan, dan berbasis digital terus kami dorong. Namun tentu, keberhasilan ini akan bisa dicapai dengan dukungan dan kerja sama dari semua elemen

Hotman juga berharap, kegiatan ini tidak berhenti di ruang pertemuan ini saja, tetapi menjadi pemicu kesadaran kolektif bahwa kinerja pelayanan operasional kepelabuhanan berjalan dengan baik, humanis dan lancar.

Dengan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepelabuhan di wilayah Pelabuhan Sampit, maka kita turut serta berkontribusi untuk pembangunan transportasi laut yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Sebelum saya mengakhiri kata sambutan ini, maka izinkan saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah hadir untuk acara ini. Semoga acara ini menjadi tonggak awal dan pemersatu yang berarti dalam perjalanan kita untuk mencapai tujuan bersama. Saya mengharapkan dukungan kepada seluruh instansi untuk bersinergi meningkatkan sinergitas kita sebagai insan maritim di wilayah kerja Pelabuhan Sampit,” tegasnya.

Hotman juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua. Semoga pertemuan ini membawa manfaat, memperkuat kolaborasi, dan menjadi langkah maju dalam peningkatan kinerja pelayanan operasional kepelabuhanan di wilayah kerja KSOP Kelas III Sampit.

Dalam kegiatan ini Kepala Kantor KSOP Hotman Siagian didampingi oleh Kasi Lala Gusti Muchlis, Kasubbag TU Donny Rinald, Plt Kasi SHSK Herianto dan Staf KSOP Kelas III Sampit.

Sementara itu dalam kegiatan itu juga turut hadir Kepala Balai Karantina Kelas III Wampit, Kepala Kantor Bea dan Cukai Sampit, Kepala Kantor Imigrasi Sampit, Pejabat Struktural KSOP Kelas III Sampit, Ketua DWP ABMI Sampit, Ketua DPC INSA Sampit, Ketua DPC ISAA Sampit, Ketua DPC PELRA sampit, Ketua Asosiasi TERSUS/ TUKS di wilayah Pelabuhan Sampit, Ketua DPW ALFI/ILFA Sampit, Ketua Koperasi TKBM Karya Bahari Pelabuhan Sampit, Ketua Koperasi TKBM Pegatan Mendawai dan Pegawai KSOP Kelas III Sampit.

IST/BERITASAMPIT – Para peserta Coffee Morning dari pihak KSOP Kelas III Sampit bersama tamu undangan stakeholder terkait.

Berbagai Pertanyaan Dikupas Bersama

Dalam momen pertemuan itu juga berbagai persoalan dikupas bersama, baik berkaitan dengan aturan hingga dari pertanyaan beberapa stakeholder yang hadir terkait masalah sektor di pelabuhan.

baca juga ...  Hari Kelautan Nasional! KSOP Sampit Ajak Jaga Laut Agar Aman dan Lestari

Hendrik Wakil Ketua DPC INSA Sampit dalam kesempatan itu mengatakan sangat apresiasi kepada Hotman Siagian dan jajarannya dengan acara ini dapat memberikan pelayanan prima sehingga dapat berkolaborasi, menyamakan persepsi dan mengetahui aturan baru guna mendukung peningkatan kemajuan transportasi laut di Pelabuhan Sampit.

Di sisi lain juga Wakil Ketua DPC ISAA menyampaikan melalui acara dan sinergi ini, dapat bersama-sama mengatasi tantangan pada sektor transportasi laut untuk mewujudkan pengelolaan yang lebih maju dan berdaya saing, guna mencapai tujuan bersama.

Kasi Lala Gusti Muchlis juga menyampaikan sejumlah hal strategis dalam pertemuan tersebut. Dirinya menjawab beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh pihak DPC INSA, khususnya terkait capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang hingga saat ini telah dicapai.

Dalam upaya mendukung capaian PNBP, maka akan terus mendorong pencapaian target, pihaknya berkomitmen untuk terus menggali potensi-potensi kepelabuhanan yang masih bisa dioptimalkan.

Lebih lanjut, Gusti Muchlis menyampaikan rencana untuk segera membuat surat kepada Distrik Navigasi (Disnav) Banjarmasin guna meminta perbaikan terhadap sarana navigasi yang ada, demi mendukung peningkatan kelancaran arus pelayaran di wilayah Pelabuhan Sampit.

Sebagai tindak lanjut, akan diagendakan rapat koordinasi bersama pihak Koperasi TKBM Sampit, DPC APBMI Sampit, DPC INSA, DPC ALFI/ILFA, DPC ISAA untuk mendukung peningkatan pelayan publik.

Terkait perkembangan sistem Indonesia National Single Window (INSW), Gusti Muchlis menyebutkan bahwa progres implementasi sistem tersebut dapat dijelaskan lebih lanjut oleh pihak Bea dan Cukai.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2024, pihaknya telah menyusun Prosedur Tetap (Protap) yang berisi alur pelayaran di wilayah Sampit, termasuk penandaan beberapa lokasi di perairan.

Kasi KBPP Capt Indra Novel juga menyampaikan bahwa hal layanan pandu, di mana dirinya menegaskan pentingnya koordinasi yang erat dengan PT Pelindo Cabang Sampit sebagai operator, untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pelayaran di pelabuhan.

Kasubbag TU Donny Rinaldi juga menyampaikan bahwa apabila terdapat lampu padam atau kerusakan pada sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP), pihak pengguna jasa atau instansi terkait diharapkan dapat segera bersurat secara resmi ke kantor KSOP.

baca juga ...  KSOP Kelas III Sampit Gelar Sosialisasi Cegah Tumpahan Minyak di Perairan Sampit

Selanjutnya, laporan tersebut akan diteruskan ke Distrik Navigasi (Disnav) yang berwenang untuk dilakukan tindak lanjut perbaikan. Hal ini penting guna menjaga keselamatan dan keamanan serta kelancaran aktivitas pelayaran di wilayah perairan terkait.

Selain dari tu juga Perwakilan Kantor Imigrasi Sampit, Iqbal T menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh Ketua Asosiasi dengan menyampaikan bahwa pemeriksaan keimigrasian telah dilakukan sesuai prosedur dan tetap mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku. Penegakan aturan tetap menjadi prioritas, namun pelaksanaannya harus tetap mengedepankan kepastian dan pelayanan yang baik.

Adapun Perwakilan Kantor Bea dan Cukai Sampit, Agus menjelaskan sejumlah ketentuan terkait prosedur ekspor dan impor barang.

Disampaikan bahwa setiap pengangkutan barang ekspor maupun impor wajib dilakukan pemberitahuan kepada Bea dan Cukai melalui dokumen kepabeanan berupa pemberitahuan impor dan ekspor barang. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas perdagangan lintas batas dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Terkait perdagangan antar pulau, dijelaskan bahwa terdapat peraturan mengenai barang tertentu yang memiliki kriteria khusus. Barang-barang seperti Crude Palm Oil (CPO) dan kayu dikenakan bea keluar apabila diekspor. Sementara itu, barang subsidi juga termasuk dalam kategori barang tertentu, meskipun hingga saat ini daftar pastinya masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat.

Dalam menjalankan tugasnya, Bea dan Cukai memiliki fungsi utama sebagai pengawas. Oleh karena itu, setiap informasi yang diterima di wilayah kerja Sampit akan diteruskan kepada kantor tujuan untuk tindak lanjut pengawasan lebih lanjut. Saat ini, Bea dan Cukai Sampit juga sedang menyusun kajian terkait pengangkutan barang tertentu dan akan menyampaikannya ke pusat sebagai bahan pertimbangan kebijakan.

Sebagai bagian dari proses pengumpulan data untuk kajian tersebut, pihak Bea dan Cukai akan mengirimkan survei kepada agen pelayaran guna melengkapi informasi yang dibutuhkan.

Ditambahkan pula bahwa sistem Indonesia National Single Window (INSW) telah berjalan dan mendukung integrasi pelayanan kepabeanan.

Perwakilan BKK Kelas II Sampit (Natanael) menyampaikan tentang sistem pemeriksaan, dan menyampaikan bahwa mekanisme pemeriksaan hingga saat ini masih tetap sama.

“Tidak ada perubahan dalam prosedur yang diterapkan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang berlaku sebelumnya masih relevan dan tetap dijalankan sesuai ketentuan yang ada,” tukasnya.(BS-1)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!