KUALA KAPUAS – Evaluasi serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Kapuas menunjukkan sejumlah catatan penting. Hingga akhir Triwulan II 2025, angka realisasi keuangan dan fisik masih berada di bawah target, memicu perhatian serius dari Wakil Bupati Kapuas, Dodo, dalam Rapat Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) yang digelar Jumat, 11 Juli 2025, di Aula Bapperida Kuala Kapuas.
Dalam forum yang dihadiri Penjabat Sekda Usis I. Sangkai, kepala OPD, camat, serta jajaran staf perangkat daerah, Wabup Dodo menekankan bahwa rapat TEPRA bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana strategis untuk menganalisis hambatan dan merumuskan solusi konkret.
“TEPRA ini seharusnya menjadi cermin kinerja. Jika serapan rendah, berarti ada yang tidak berjalan. Kita harus jujur melihat fakta dan bergerak cepat memperbaiki,” tegasnya dalam sambutan pembuka.
Data yang dipaparkan menunjukkan realisasi keuangan Pemkab Kapuas baru menyentuh angka 24,23%, dengan capaian fisik sebesar 25,35%. Fakta ini memunculkan keprihatinan, terutama karena sejumlah perangkat daerah masih jauh dari harapan.
Salah satu catatan terendah diberikan kepada Dinas PUPRPKP dengan realisasi keuangan hanya 2,44%. Wabup Dodo menyebut capaian itu sebagai alarm peringatan dan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap faktor penyebab keterlambatan.
Sebaliknya, apresiasi disampaikan kepada Sekretariat DPRD Kapuas yang berhasil mencatatkan angka tertinggi dalam realisasi anggaran, yaitu 52,19%. Capaian ini dinilai dapat menjadi role model dalam pengelolaan program dan penggunaan anggaran secara efisien.
Wabup Dodo mengingatkan, percepatan realisasi anggaran sangat penting terutama pada program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
“Kita ingin setiap rupiah anggaran memberi manfaat nyata. Kalau program tersendat, ekonomi daerah juga ikut melambat. Ini bukan hanya soal administrasi, tapi soal kesejahteraan rakyat,” pungkasnya dengan nada tegas. (ds)












