JAKARTA– Sekretaris Fraksi Golkar, Mukhtarudin, memberikan dukungan penuh terhadap kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke markas besar Uni Eropa (UE) di Brussels, Belgia, pada 12–13 Juli 2025.
Kunjungan perdana Presiden Prabowo ke UE sejak dilantik, dianggap Mukhtarudin sebagai momen strategis guna mempercepat penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).
Mukhtarudin menekankan pentingnya IEU-CEPA sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di sektor perdagangan dan investasi.
Kata Mukhtarudin, IEEU-CEPA bukan sekadar perjanjian dagang, tetapi juga wujud komitmen Indonesia untuk memperkuat posisi di pasar global.
“Saya mendukung penuh upaya Presiden Prabowo untuk mencapai kesepakatan politik di tingkat pemimpin, yang akan menjadi fondasi penyelesaian perundingan pada September 2025,” ujar Mukhtarudin, Minggu 13 Juli 2025.
Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia ini menyoroti potensi IEU-CEPA untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Indonesia, seperti tekstil, pertanian, dan perikanan.
Politisi Dapil Kalteng ini menegaskan perlunya pendekatan pragmatis dari UE untuk mempertimbangkan perbedaan tingkat pembangunan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara anggota UE.
“Artinya kita harus memastikan perjanjian ini menguntungkan kedua belah pihak tanpa mengorbankan kedaulatan ekonomi nasional,” imbuh Mukhtarudin.
Golkar Senayan sangat mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang menjadikan diplomasi ekonomi sebagai salah satu pilar utama dalam kunjungan ini.
Fraksi Golkar berkomitmen mendukung setiap kebijakan yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk melalui kerja sama internasional seperti IEU-CEPA.
Selain isu CEPA, Mukhtarudin juga menyoroti agenda kunjungan Presiden Prabowo yang mencakup diskusi tentang geopolitik internasional dan reformasi tata kelola global.
Mukhtarudin pun berharap kerja sama Indonesia-UE dapat menjadi model bagi hubungan kawasan yang saling menghormati kedaulatan nasional.
“Indonesia harus tampil sebagai pemain kunci di panggung global, dan kunjungan ini adalah langkah nyata menuju visi tersebut,” pungkas Mukhtarudin.
(adista)












