539 Kasus Laka Lantas dan 123 Korban Meninggal Terjadi Selama Semester I 2025 di Kalteng

IST/BERITA SAMPIT- Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan saat memberikan sambutan.

– Sebanyak 539 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah (Kalteng) selama semester pertama tahun 2025. Dari jumlah tersebut, tercatat 123 korban meninggal dunia, 89 luka berat, dan 621 luka ringan.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Telabang 2025 di halaman Mapolda Kalteng, Senin 14 Juli 2025.

Operasi Patuh Telabang 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 14 hingga 27 Juli 2025, dengan melibatkan ratusan personel dari jajaran kepolisian.

Dalam amanatnya, Kapolda mengungkapkan bahwa data kecelakaan diperoleh dari Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Ditlantas Polda Kalteng dan jajaran.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, yakni 537 kejadian dengan korban meninggal 165 orang, luka berat 41 orang, dan luka ringan 673 orang, maka terdapat peningkatan dua kejadian atau naik 0,37 persen.

“Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, yakni sebanyak 537 kejadian dengan korban luka ringan 673 orang, luka berat 41 orang, dan meninggal dunia 165 orang, maka terjadi kenaikan dua kejadian atau naik 0,37 persen,” ungkap Irjen Iwan Kurniawan.

Kapolda menyimpulkan bahwa masih rendahnya tingkat kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah Kalteng menjadi faktor utama tingginya angka kecelakaan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyinggung program yang sedang dijalankan Korlantas Polri.

“Saat ini, Korlantas Polri sedang melaksanakan Program Indonesia Menuju Zero Over Dimension and Over Loading (ODOL) sebagai upaya menghadapi dinamika dan tantangan perekonomian global yang berdampak pada sektor logistik dan transportasi,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya dan kesadaran masyarakat terkait tata tertib berlalu lintas, yang harus dilakukan dengan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis.

baca juga ...  Harga Beras Satu Kantong Plastik Rp6,1 Juta, Ternyata Ini Isinya

“Berdasarkan kondisi tersebut, guna mempertahankan dan menjaga situasi Kamseltibcarlantas yang kondusif, dilaksanakan kegiatan cipta kondisi selama pelaksanaan Program Indonesia Menuju Zero ODOL,” tegasnya.

(Syauqi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!